JAKARTA – Kuasa pemohon uji materi terhadap UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hasil revisi, Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mewakili Mahasiswa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk membatalkan UU KPK hasil revisi dan meminta UU KPK kembali ke versi lama atau sebelum revisi.

“Sudah jadi harapan kami, masyarakat supaya Presiden Jokowi mengeluarkan perppu untuk kembali ke UU KPK yang lama.  Harapannya, tepatnya mencabut UU KPK hasil revisi,” kata Zico pada sidang pertama uji materi UU KPK di Gedung MK, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9). “Sudah ada 100 orang mahasiswa yang menyatakan mendukung inisiasi ini. Selain meminta membatalkan UU KPK hasil revisi, mereka juga secara kolektif mengajukan permohonan uji materi atas aturan tersebut ke MK,” tambahya.

Pada Senin pagi, MK menggelar sidang pendahuluan atas permohonan uji materi tersebut.

Menurut Zico, saat ini pihaknya masih membuka kesempatan kepada mahasiswa lain dan masyarakat yang ingin bergabung.  Sebab, pihaknya mentargetkan ada 1.000 orang mahasiswa yang ikut memberikan dukungan dan permohonan uji materi. “Kami saat ini sudah ada 100 orang bersedia bersama kami menjadi pemohon. Hanya saja surat kuasa mereka belum sampai ke saya. Kami mengajak semua orang bersama-sama di sekuruh Indonesia, bukan hanya mahasiswa, tadi kita lihat sendiri ada politisi juga, kemudian silakan masyarakat yang mau ikut bergabung menjadi pemohon silakan ikut kami. Silakan hubungi kami bersama pemohon yang telah bergabung,” kata Zico.

Ada pertimbangan kerugian konstitusional secara kolektif yang akan diterima masyarakat akibat pemberlakuan UU KPK ini.  Zico merujuk pasal 28 c ayat (2) UUD 1945 terkait kerugian kolektif konstitusional tersebut. “Ada namanya kerugian konstitusional antargenerasi atau intergenetational konstitusional damage. Jadi misalnya kerugian konstitusional diperlemah saat ini yang rugi kemudian siapa? Ya generasi pemohon. Kami mahasiswa, generasi muda, dan politis muda yang rugi, anak-anak masa depan yang akan kehilangan pemerintahan Indonesia yang bersih dari korupsi. Itu yang kami dalilkan sehingga ini menjadi suatu dalil kerugian bahawa kami tidak mendapatkan perundangan hukum yang adil,” tegas Zico. (WA)