KANALNEWS.co, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menduga unjuk rasa pada Jumat, 4November mendatang akan di tunggani oleh kelompok radikal ISIS yang diduga kuat menginginkan pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta menjadi kacau.

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Ishomuddin mengatakan, sangat mungkin ISIS menunggangi pilkada yang seharusnya damai dan kekhawatiran tersebut muncul setelah sekitar 50 warga negara Indonesia simpatisan ISIS telah kembali dari Suriah ke Indonesia.

“Kembalinya mereka diduga untuk bergabung dalam unjuk rasa 4 November mendatang,” kata Ahmad Ishomuddin di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Secara tegas Ahmad meminta aparat penegak hukum harus menindak tegas apabila puluhan simpatisan ISIS tersebut yang diperkirakan akan menjadi penumpang gelap dalam demo Jumat pekan ini. Pasalnya gerakan itu tak hanya akan terjadi di Jakarta, tapi juga berlangsung di daerah.

“Saya kira ini ada pihak yang saya tidak tahu siapa, yang ingin mengacaukan keutuhan NKRI,” katanya lebih lanjut.

PBNU, bersama Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia telah sepakat bahwa umat Islam dianjurkan untuk tidak ikut berunjuk rasa, hal ini untuk menjauhkan dari kerusakan yang lebih besar dan terlebih jangan sampai terjadi perpecahan di Indonesia hanya karena demonstrasi.

Ia mengakui, demonstrasi tak bisa dipisahkan dari demokrasi, namun NU mengimbau agar umat Islam yang melakukan demo dengan damai tanpa menimbulkan korban tanpa ada pemaksaan kehendak. Selain itu, pihaknya juga mempercayai pemerintah untuk memproses Ahok yang dianggap menistakan agama Islam.

“Persoalan utama saat ini adalah masih banyak yang menginginkan berdirinya sistem khilafah. Simpatisan demonstran belum memahami hubungan antara agama dan negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan tidak perlu diganti dengan sistem khilafah,” tegas Ahmad.

NKRI menurutnya telah mengatur dua hal, yaitu urusan dunia dan upaya negara untuk menjaga agama serta perbedaan agama tidak berujung pada upaya saling memaksakan kebenaran masing-masing dan musuh umat Islam bukanlah non-muslim dalam konteks berbangsa dan bernegara. Namun musuh yang sebenarnya adalah kezaliman, setan, dan dorongan hawa nafsu berbahaya. (Herwan)