KANALNEWS.co, Sleman – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung menyatakan bangsa Indonesia harus mengatasi sejumlah krisis yang dapat menghambat pembangunan bangsa ini.
“Krisis yang dikhawatirkan muncul di antaranya delegitimasi kepemimpinan, krisis identitas kewibawaan pemimpin, sehingga rakyat menjadi tidak percaya kepada pemimpin,” kata Akbar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa.
Akbar mengatakan, selain itu juga krisis kompetensi pemimpin sehingga rakyat menjadi tidak percaya kebijakan pemimpin.
“Yang juga perlu mendapat perhatian adalah krisis keteladanan yaitu rakyat tidak banyak melihat hal yang dapat diteladani dari seorang pemimpin,” katanya.
Kemudian, krisis sikap kenegaraan, pemimpin merupakan posisi yang amat penting karena yang membawa arah bangsa ke mana mau dibawa.
“Pemimpin harus memiliki citi-cita besar untuk memajukan dan mensejahterakan yang dipimpinnya,” katanya.
Menurut dia, walaupun secara formal partai politik memilik peranan menentukan pemimpin, namun rakyat juga punya mekanisne sendiri untuk menentukan pemimpin.
“Bila rakyat tidak memiliki kepercayaan terhadap calon dari partai politik, maka mereka akan menentukan pilihan sendiri dan membuat mekanisme sendiri,” katanya.(ant)








































