KANALNEWS.co, Pekanbaru – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menetapkan status darurat pencemaran udara Riau akibat kabut asap kebakaran lahan dan hutan yang terus menyelimuti mulai awal bulan September ini.

“Menimbang ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) dalam sepekan terakhir berada diatas 300 yang berarti kondisi berbahaya, maka kami memutuskan untuk menetapkan Riau dalam keadaan darurat pencemaran udara,” katanya di Posko Satuan Tugas Kebakaran Lahan dan Hutan (Satgas Karlahut) di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (14/9/2015).

Sebelum memutuskan Riau berstatus darurat pencemaran udara, Plt Gubernur Riau beserta Kapolda Riau, Komandan Resor Militer 031/WB, Komandan Landasan Udara Roesmin Nurjadi, Kepala BPBD Riau, BMKG Pekanbaru dan Dinas Kesehatan sempat melakukan rapat tertutup selama lebih kurang satu jam.

Andi sapaan akrab Arsyadjuliandi itu menjelaskan bahwa penetapan status darurat pencemaran udara ini juga merupakan petunjuk dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan dengan peningkatan status tersebut maka Pemprov Riau melalui Satgas Karlahut akan mengambil sejumlah kebijakan seperti memperbanyak posko kesehatan dan enam posko yang telah ada saat ini.

Selain itu, ia juga mengatakan akan meminta kepada setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk buka 24 jam yang nantinya harus disiagakan seorang dokter.

“Terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diserahkan ke Dinas Pendidikan dan masing-masing sekolah untuk meliburkan siswa-siswi,” katanya lebih lanjut.

Plt Gubernur juta menjelaskan bahwa dengan adanya peningkatan status ini maka Riau akan meminta bantuan kepada pusat untuk segera menanggulangi pencemaran udara akibat kebakaran lahan dan hutan. Asap yang mencemari Riau cenderung lebih banyak berasal dari kebakaran di Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.

“Riau sendiri dalam beberapa pekan terakhir jumlah titik api sangat minim. Sementara di Sumsel dan Jambi jauh lebih banyak dengan arah angin dari Selatan ke Utara dan Barat,” ujarnya.

Untuk mengangani bencana kabut asap di Sumatera, ia menjelaskan Selasa besok (15/9) dirinya bersama lima gubernur lainnya akan mengikuti rapat koordinasi di Jakarta. (Setiawan)