Ilustrasi vaksin (pixabay)

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Vaksin virus Corona Merah Putih tampaknya baru bisa digunakan secara massal pada pertengahan tahun ini. Sebab Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menargetkan akan memberikan izin pada Juni 2022.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan vaksin yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair) berbasis inactivated virus yang bermitra dengan PT Biotis Pharmaceuticals itu saat ini masih dalam tahap uji klinik pada manusia.

“Saat ini sedang diproduksi vaksin untuk clincial lot untuk uji klinik. Diharapkan bulan Februari awal uji klinik vaksin Merah Putih Unair dan PT Biotis Pharmaceuticals dapat berlangsung dengan kira-kira bulan Juni bisa mendapat EUA,” kata Penny dalam konferensi pers, Senin (10/1)

Penny kemudian memastikan pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk melakukan pembinaan dan mengawal proses pengembangan vaksin buatan anak bangsa itu dalam bentuk pembinaan dan asistensi regulatori pada setiap tahapan.

Pembinaan BPOM berupa pemenuhan standar dan persyaratan untuk menghasilkan obat dan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu, yang diproduksi dari fasilitas industri farmasi yang memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dengan standar internasional.

Penny juga menyebut untuk saat ini PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia telah mendapat sertifikasi CPOB untuk fasilitas fill and finished pada 18 Agustus lalu.

Penny pun berharap pengembangan vaksin dalam negeri dapat terus berkelanjutan. Nantinya, seluruh rakyat Indonesia yang memenuhi syarat dan ketentuan dapat menerima vaksin tersebut.

“Sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasional dan mampu memiliki daya saing. Tidak hanya dalam negeri, namun juga secara global,” ujar Penny.

Vaksin Merah Putih dari Unair sebelumnya ditargetkan akan menerima izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM pada Maret 2022, sehingga dapat mulai diproduksi secara massal pada pertengahan 2022. Namun rencana tersebut molor. (ads)