Ist

Kanalnews.co, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI baru saja melaporkan tren kenaikan kasus Covid-19 yang mulai melonjak di beberapa negara. Mereka pun menyiapkan berbagai antipasi agar kejadian serupa tak dialami oleh Indonesia.

Menanggapi hal itu, pemerintah melalui Kemenkes tengah mempelajari kenaikan kasus naik signifikan pasca libur panjang. Dari hasil pengamatan, dilaporkan total ada 19 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda.

”Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dan awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden. Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Konferensi Pers Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Jumat (26/11).

Sebagaimana pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia guna menekan penularan kasus yang kian meluas. Kebijakan ini berlaku pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

Berdasarkan data yang dirilis Kemenkes, dari 19 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus, dua daerah yakni Fak-Fak dan Purbalingga dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut mengkonfirmasi adanya kenaikan. Selanjutnya, ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik.

Meski kecil secara persentase, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus. Menurutnya, salah satu pemicu kenaikan ialah menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan prokes 5M.

”Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,” ujar Budi

”Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” tutur Budi.

Oleh karena itu,ia mengintruksikan kepala daerah agar memperkuat 3T (Testing, Tracing dan Treatment), menegakkan protokol kesehatan 5M. Selain itu juga menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19. (RR)