Kanalnews.co, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hari ini menggelar rapat terkait persiapan teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi, Selasa (12/10). Apa saja yang dibahas?

Dalam rapat pertemuan kedua kementerian tersebut, dibahas mengenai skema akses data jemaah umrah pada aplikasi PeduliLindungi agar dapat dibaca oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat penyelenggaraan ibadah umrah nanti.  Berdasarkan informasi yang dipaparkan dalam rapat tersebut, Kemenkes saat ini tengah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait integrasi data PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakalna.

“Alhamdulillah, hari ini kita sampai pada kesepakatan, Kemenkes setuju untuk membuka data pada aplikasi PeduliLindungi dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah umrah,” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin dikutip dari keterangannya.

Nur Arifin mengatakan, rapat bersama ini digelar sebagai lanjutan dari pertemuan pertama beberapa hari yang lalu. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan jika akses jemaah Indonesia untuk beribadah umrah sudah dibuka oleh Arab Saudi.

Kesiapan tersebut utamanya pada aspek akses data dan penggunaan aplikasi. Sebab menurutnya, teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi banyak memanfaatkan layanan sistem informasi.

“Kemenkes akan menyediakan fasilitas website tertentu bagi publik untuk dapat mengakses data sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi, saat QR Code dilakukan scanning,” sambungnya.

Menurutnya, teknis pembukaan akses data ini akan ditindaklanjuti bersama antara Kemenkes dengan Kemenag. Dalam rapat ini, ada dua alternatif skema yang muncul.

Pertama, alternatif QR Code dicetak manual dan dibawa masing-masing jemaah. Kedua, QR code dimasukkan dalam aplikasi Siskopatuh dan akan dicetak pada kartu identitas jemaah umrah.

Kedua alternatif tersebut dilakukan untuk memudahkan pembacaan data saat di-scan oleh otoritas Arab Saudi ketika proses kedatangan di bandara Arab Saudi. “Dua skema ini akan kita matangkan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini,” tuturnya. (Kin)