Foto IG

Kanalnews.co, JAKARTA– Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H Maming angkat bicara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK. Ia merasa telah dijebak oleh mafia hukum.

KPK sebelumnya menetapkan Maming sebagai tersangka terkait pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kasus tersebut saat Maming menjadi Bupati Kabupaten Tanah Bumbu periode 2010-2018.

Maming menilai dirinya telah didiskriminasi dan menuding adanya mafia hukum. Meski tak menjelaskan siapa mafia hukum yang dimaksud, ia mengaku tidak takut.

“Negara ini tidak boleh kalah dengan mafia hukum, anak muda harus bersatu melawan ini semua. Hari ini giliran saya dikriminalisasi, yang akan datang bisa jadi giliran Anda. Sudah banyak yang menjadi korban,” ujar Maming.

“Negara harus kita selamatkan, jangan sampai mafia hukum menguasai dan menyandera semua orang,” katanya.

“Saya akan bongkar bagaimana oknum aparat hukum berkolaborasi dalam kriminalisasi hukum dan bikin kekuatan bisnis bersama mafia hukum,” kata Maming.

Sebelumnya, Maming sempat menyinggung pemilik Jhonlin Group Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam dalam penyelidikan yang dilakukan KPK.