Foto Ist

 

Kanalnew.co, JAKARTA– Upaya pemerintah menangani kasus Covid-19 membawa Indonesia menjadi yang terbaik se-Asia Tenggara dalam penanganan Covid-19. Hal tersebut berdasarkan NIKKEI Covid-19 Recovery Index yang menempatkan Indonesia di peringkat 41 dari 121 negara.

Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dilansir dari siaran pers di laman resmi Kemenko Perekonomian, Senin (15/11/2021).

“Berdasarkan NIKKEI Covid-19 Recovery Index, performa Indonesia menempati urutan 41 dari 121 negara, terbaik di antara negara-negara ASEAN. Peringkat ini terus membaik dari sebelumnya di peringkat 54,” ujar Airlangga.

Menurutnya kinerja penanganan Covid-19 dan kecepatan vaksinasi di Indonesia menjadi salah satu yang diakui dunia.

Berdasarkan WHO dalam “Laporan Covid-19 Situation Report–79” pada 3 November 2021, seluruh provinsi di Indonesia telah berada pada Tingkat Penularan Masyarakat (community transmission) Level 1 atau tingkat penularan rendah.

Perkembangan capaian vaksinasi juga berjalan cepat. Per 10 November 2021, sebanyak total 209,6 juta dosis telah disuntikkan. Dengan demikian, 61,2 persen target telah tervaksinasi dosis 1 dan 38,9 persen target telah tervaksinasi lengkap.

“Pemerintah akan terus mendorong capaian vaksinasi ini agar semakin cepat mencapai herd immunity,” kata Airlangga.

Kondisi Ekonomi Mulai Bangkit

Airlangga Hartanto menjelaskan kondisi ekonomi secara makro akibat pandemi Covid-19 menujukan resilensi yang baik. Hingga awal November 2021, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 3.51 persen (yoy) pada Kuartal III tahun 2021.

“Pemerintah optimis di tahun 2021 secara full year Indonesia pertumbuhan pada rentang 3,7 sampai dengan 4,0% dapat dicapai,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 dapat mencapai 5,2% yang sejalan dengan proyeksi dari berbagai lembaga internasional. Selain itu sektor transportasi dan pergudangan juga menjadi aspek penting dalam mendukung bangkitnya perekonomian.

“Momentum pemulihan ekonomi yang terus berlanjut sampai Q3-2021 ini harus tetap dijaga karena hal ini adalah kunci penting agar perekonomian kita dapat terus pulih dengan lebih cepat,” jelasnya. (ads)