Foto ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Polda Metro Jaya terus gencar menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal. Mereka pun kini sudah menetapkan tiga tersangka dari kasus pinjol di Cipondoh Tangerang, salah satunya adalah Direktur PT Indo Tekno Nusantara (ITN) dan dua karyawannya di bagian collector.

“Sampai tadi pagi ada 32 orang yang sudah selesai diperiksa. Ada tiga orang ditetapkan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/10/2021).

Tiga orang yang ditetapkan tersangka diketahui berinisial P, MAF, dan RW. Ketiganya ditetapkan tersangka dengan peran masing-masing.

“P adalah direktur PT ITN bertanggung jawab atas kegiatan pinjol ilegal,” ujar Yusri.

Sementara yang berperan sebagai penagih utang adalah MAF dan RW. Untuk mengancam korban, keduanya kerap menggunakan konten pornografi dalam menagih pinjaman.

“Sementara 29 karyawan lainnya kita pulangkan dan kenakan wajib lapor,” ucap Yusri.

Ketiga pelaku ini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Ketiganya dijerat dengan Pasal 35 juncto 51 Pasal 27 juncto 45 UU ITE.

Seperti diketahui, PT ITN ini menyewa 7 ruko dengan 4 lantai di Rukan Crown Blok C01-07 Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Ada 32 karyawan PT ITN yang diamankan polisi di lokasi.

Yusri mengatakan ada 13 perusahaan aplikasi pinjol yang menggunakan jasa PT ITN untuk menagih debitur. Dari 13 tersebut, hanya 3 pinjol yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (mel)