Kanalnews.co, JAKARTA – Aparat Polres Metro Jakarta Pusat membubarkan massa yang mengatasnamakan “Jakarta Bergerak” saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/10).

Dilansir dari TribrataNews PMJ, aksi unjuk rasa yang menuntut untuk menolak digelarnya balapan Formula E tersebut terpaksa harus dibubarkan lantaran berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Sekarang di Jakarta masih PPKM Level 3, masyarakat dilarang melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan, mari sama-sama kita hindari penyebaran virus Covid-19,” ujar Kabag Ops Polrestro Jakarta Pusat AKBP Guntur.

Berdasarkan keterangan, massa tersebut sempat menuruti seruan polisi dengan menyelesaikan aksinya dan hendak meninggalkan lokasi. Namun, mereka kemudian justru mengarah kembali ke depan Gedung Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Saat mengarah ke Balai Kota, aparat kepolisian sempat menghadang massa aksi untuk melintas masuk ke Jalan M.I Ridwan Rais dari Jalan Kebon Sirih. Massa yang menolak untuk pergi akhirnya diperbolehkan melintas.

Kemudian, aparat kepolisian langsung melakukan penjagaan di sepanjang Jalan Merdeka Selatan. Hal ini guna memastikan para pengunjuk rasa tidak menggelar kembali aksinya. Para demonstran tersebut akhirnya menyerukan unjuk rasanya lewat pengeras suara sambil melintas di depan Balai Kota.

Kapolsek Metro Gambir AKBP Kade Budiyarta mengatakan, aktivitas tersebut harus dibatasi mengingat kondisi Jakarta yang sedang tidak baik atau masih berada dalam PPKM Level3.

“Jakarta masih menerapkan PPKM Level 3, jadi segala aktivitas yang sifatnya mengundang kerumunan massa itu tidak diperbolehkan,” kata AKBP Budi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat.

Budi sempat menjanjikan bahwa aksi tersebut dapat dilakukan apabila Jakarta sudah tidak lagi dalam masa PPKM. Diketahui, dalam menjaga aksi yang dilakukan sekitar 50 orang pengunjuk rasa tersebut pihaknya mengerahkan sebanyak 200 personel gabungan.

“Saya minta semua menahan diri, menahan ego. Nanti setelah PPKM kami dari kepolisian akan memberikan pelayanan yang sifatnya menyampaikan pendapat di muka umum,” terangnya. (Kin)