Ilustrasi

Kanalnews.co, JAKARTA – Petugas Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berhasil meringkus 2 kurir ojek online (ojol) yang melakukan penggelapan barang dengan modus jual beli akun.

Sebelum akhirnya ditangkap, kedua tersangka tersebut membawa kabur MacBook senilai Rp67 juta milik ‘Untung Store’. Dari pengembangan kasus ini, polisi kemudian mengungkap adanya praktik jual beli akun driver ojek online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. E Zulpan menerangkan, dua orang pelaku terkait penggelapan Macbook senilai Rp67 juta tersebut adalah tersangka RF (25) dan HS (39).

“Tersangka RF dan HS, mereka ini adalah teman saling mengenal dan juga sudah beberapa kali melakukan kejahatan,” kata Kombes Zulpan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11) dikutip dari TribrataNews PMJ.

Berdasarkan keterangan, pelaku RF bertindak sebagai kurir ojol yang menggelapkan MacBook Pro senilai Rp67 juta milik korban. Sedangkan tersangka HS adalah yang membuat akun palsu ojol yang kemudian digunakan tersangka RF untuk melakukan kejahatan.

“Kerja sama dengan modus tersangka HS minta bantuan ke tersangka RF untuk dicarikan akun driver ojol yang dijual pemiliknya. Setelah tersangka RF beli akun driver ojol, tersangka RF mendapatkan sim card yang terdaftar pada akun driver ojol tersebut,” terang Kombes Zulpan.

Dari penuturan tersangka, diketahui apabila pelaku tidak mendapatkan nomor ponsel bekas pemilik asli, pelaku menggunakan nomor ponselnya sendiri. Nomor ponsel itu kemudian yang digunakan untuk menerima orderan.

“Setelah mendapatkan orderan, tersangka tidak mengirimkan barang seperti HP, laptop dan lain-lain kepada yang seharusnya, tetapi barang tersebut digelapkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kombes Zulpan menuturkan bahwa kasus ini berawal ketika Untung Putro melapor ke Polda Metro Jaya terkait penggelapan MacBook senilai Rp67 juta milik tokonya tersebut. Untung melaporkan, penggelapan tersebut dilakukan oleh oknum kurir ojol.

“Ternyata ada 15 orang yang pernah jadi korban orang tersebut juga. Jadi orang ini residivislah, sindikatlah. Dia modusnya jual-beli akun ojek online,” kata Untung saat dihubungi pada Minggu (21/11).

Sementara itu, berdasarkan keterangan Untung, pelaku kerap menggonta-ganti akunnya saat melakukan aksi tersebut. Sedangkan, barang pesanan ke-15 korban yang dibawa kabur tersebut diketahui memiliki nilai jual yang bervariasi.

“Yang terlapor sampai sekarang sudah 15 kali dengan orang yang sama dan nilainya fantastis pasti di atas Rp10 juta. Ada yang Rp23 juta, ada yang Rp28 juta, Rp40 juta. Saya mungkin salah satu yang paling gede ya Rp67 juta di satu transaksi,” tuturnya.

Untung juga menyebut, dalam melakukan aksinya pelaku menggunakan KTP palsu untuk mendaftarkan diri sebagai kurir ojek online. “Jadi akun palsu, KTP palsu. Kalau nama di KTP Hendri Usman, cuma saya yakin itu dia jual akun juga jadi KTP palsu. Karena kami dapet foto KTP, kami kirim tim ke alamat di KTP juga nggak ada orang tersebut,” kata Untung. (RR)