Kanalnews.coJAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri menetapkan tiga Warga Negara Asing (WNA) asal China menjadi tersangka kasus pinjaman online (pinjol) ilegal.

Ketiga tersangka tersebut berinisial WJS, GCY dan JMS. “Para tersangka adalah warga negara Cina pemilik perusahaan,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Pol. Whisnu Hermawaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (16/11) dikutip dari TribrataNews.

Berdasarkan keterangan, WJS (32) merupakan pengendali pinjol ilegal bernama Koperasi Simpan Pinjam Inovasi Milik Bersama. Ia diketahui juga menjadi pendiri aplikasi FLINPAY. WJS juga diduga berperan merekrut pegawai dan mencari pinjol ilegal lain untuk bermitra.

Sementara itu, GCY (38) merupakan konsultan yang diduga mengetahui dan bertanggung jawab atas sistem integrasi data dan dana antara pemilik KSP Inovasi Milik Bersama dan PT AFT, selaku perusahaan pengirim dana kepada para nasabah pinjol ilegal.

Kemudian JMS (57) berperan sebagai Direktur PT AFT yang juga diduga berperan membantu PT AFT mendapatkan lisensi jalur pembayaran untuk mengirim dana ke luar negeri.

Dari pengangkapan tersebut, Bareskrim Polri kemudian berhasil menangkap 10 orang lainnya yang diduga terafiliasi dengan jaringan pinjol ilegal KSP Inovasi Milik Bersama ini. Bareskrim kemudian menyita Rp217 miliar dari tujuh rekening yang terafiliasi dengan KSP Inovasi Milik Bersama. (RR)