KANALNEWS.co, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan siap menanggung risiko mengenai keputusan penghentian izin reklamasi di Pesisir Utara Jakarta. Ia pun siap menghadapi gugatan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan atas keputusan itu.

“Semua warga negara punya hak yang sama, kita siap (bila digugat),” kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Anies Baswedan telah mencabut izin reklamasi 13 pulau. Hal tersebut berdasarkan hasil kajian Badan Koordinasi Pengelolaan Reklamasi Pantai Utara Jakarta yang telah memverifikasi kegiatan reklamasi.

Reklamasi tersebut melibatkan 17 pulau dan empat di antaranya yaitu Pulau C,D,G dan N yang sudah jadi. Sedangkan 13 pulau tersebut yaitu Pulau A, B, dan E dipegang oleh PT Kapuk Naga Indah, Pulau I, J, K oleh PT Pembangunan Jaya Ancol, izin Pulau M oleh PT Manggala Krida Yudha, Pulau O dan F oleh PT Jakarta Propertindo, Pulau P dan Q oleh KEK Marunda Jakarta, Pulau H oleh PT Taman Harapan Indah dan Pulau I oleh PT Jaladri Kartika Paksi.

Anies juga mengatakan pihaknya akan menitikberatkan pada pemulihan Teluk Jakarta dalam aspek air sungai, pelayanan air bersih, pengelolaan limbah dan antisipasi land subsidence.

“Kita akan siapkan Perda rencana wilayah rencana, zonasi wilayah dan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Nanti Perda itu sedang disusun,” jelas Anies Baswedan.(mul)