Kanalnews.co, JAKARTA – Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus Haryo Karbyanto, mengatakan tidak pernah menyoroti bahaya mikroplastik dalam galon guna ulang. Dia menyayangkan pemberitaan yang seolah menyeretnya masuk dalam sebuah perang dagang yang terjadi di industri air minum dalam kemasan (AMDK).

“Saya tidak mau masuk dalam perang dagang. Sepertinya saya dibawa masuk dalam isu perang dagang, yang satu galon sekali pakai dan yang satunya galon isi ulang,” ujarnya.

Menurutnya, waktu menghadiri acara jumpa pers yang diadakan Greenpeace mengenai hasil uji laboratorium mikroplastik dalam air galon sekali pakai, dia hanya menyampaikan bahwa semua kemasan plastik berpotensi mengandung mikroplastik.  “Tapi saya waktu itu tidak pernah menyebutkan merek dari kemasan plastiknya. Apalagi sampai menyoroti hanya ke satu produk tertentu saja,” ucapnya.

Dalam webinar itu, Tubagus menyampaikan sangta mendukung penelitian yang dilakukan Greeenpeace dan UI.  “Yang penting bagi YLKI adalah kandungan mikroplastik yang ada dalam air kemasan galon sekali pakai maupun potensi mokriplastik dalam kemasan plastik lainnya itu tidak membahayakan bagi konsumen,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Greenpeace dan laboratorium kimia anorganik Universitas Indonesia baru-baru ini melakukan uji terhadap sampel galon sekali pakai yang beredar di kawasan Jabodetabek. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya kandungan mikroplastik dalam sampel  galon sekali pakai ukuran 15 liter sebanyak 85 juta partikel per liter atau setara dengan berat 0,2 mg/liter. Sementara kandungan mikroplastik dalam galon sekali pakai ukuran 6 liter sebanyak 95 juta partikel/liter atau setara dengan berat 5 mg/liter.

Analisis karakterisasi terhadap mikroplastik yang terkandung dalam sampel menunjukkan bahwa mayoritas bentuk partikel mikroplastik adalah fragmen, dengan ukuran yang berkisar antara 2,44 hingga 63,65 μm.

Disebutkan, meskipun temuan mikroplastik dalam sampel memang tidak melebihi batas aman yang diberikan oleh WHO, namun bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa berpotensi berisiko tinggi bagi kesehatan manusia. Karenanya, penelitian ini juga mengestimasi paparan harian mikroplastik AMDK galon sekali pakai pada tubuh manusia dengan cara memberikan kuesioner terhadap 38 responden di wilayah Jabodetabek yang mengkonsumsi galon sekali pakai yang sampelnya diuji.

Hasilnya, data konsentrasi mikroplastik per liter AMDK dan data konsumsi masyarakat per hari dapat dihitung. Di mana, paparan harian mikroplastik dari sampel galon sekali pakai ukuran 6 liter sebesar 9,450 mg/hari dan dari sampel galon sekali pakai 15 liter sebesar 0,378 mg/hari.

Karenanya, hasil penelitian ini merekomendasikan agar produsen galon sekali pakai harus bertanggungjawab untuk memantau dampak penggunaan kemasan plastik terhadap kualitas air minum yang dipasarkan kepada masyarakat. Selain itu, produsen galon sekali pakai juga diminta harus menunjukkan komitmen serius terhadap regulasi pengurangan sampah plastik nasional. (adt/cls)