Ist

 

Kanalnews.co, SINGAPURA– Singapura saat ini sedang mengalami gelombang kedua Covid-19. Duta besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo, menyebut salah satu faktor tingginya virus Corona di Singapura karena masih banyak warga lanjut usia yang belum divaksinasi Covid-19.

Singapura tengah menghadapi fase kedua lonjakan virus corona. Setelah tembus rekor dengan catatan 1.939 pada Minggu (26/9), infeksi harian Covid-19 di Singapura menurun tipis menjadi 1.647 kasus per Senin (27/9).

Meski angka kasus turun, jumlah kematian di Singapura bertambah dua menjadi 80 orang pada awal pekan ini. Dua kasus kematian merupakan pasien lansia yakni nenek berusia 80 dan kakek 74 tahun yang merupakan warga negara Singapura.

Suryo menyebut tingginya kasus Covid-19 di Singapura karena mayoritas warganya tak mau divaksinasi terutama lansia. Mereka merasa tak membutuhkan vaksin.

“Karena Singapura ini wilayahnya sangat kecil, kemudian di rumah itu juga, ukuran rumahnya kecil-kecil dan jumlah orangnya banyak, muncul kekhawatiran di setiap rumah tangga itu menulari orang tuanya,” tutur Suryo dalam dialog yang diadakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Selasa (28/9).

“Kita tahu banyak orang tua di Singapura itu karena merasa tidak akan pernah bepergian ke luar negeri, jadi mereka tidak mau divaksinasi,” paparnya menambahkan.

Selain itu, Suryo menuturkan hadirnya varian Delta membuat kasus Covid-19 di Singapura melonjak lagi. Dengan jumlah penduduk yang sedikit, 1.000 kasus Covid-19  di Singapura sangat mengkhawatirkan.

“Pengalaman dari Singapura, ketika varian baru (Delta) itu masuk, itu yang menjadi penyebab persoalan di Singapura, karena kasus impor di Singapura sebetulnya sangat rendah. Kasus penularan di dalam Singapura yang sangat tinggi,” ujar Suryo.

“Di Singapura, seminggu terakhir ini memang kasusnya di atas seribu. Bahkan dua hari lalu sempat mencapai 1.939. Ini cukup mengagetkan bagi pemerintah Singapura karena mereka memperkirakan maksimum hanya sampai 200, tapi tiba-tiba sampai 1.900,” kata Suryo. (aml)