Reuters

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Ribuan jemaah Indonesia akan menggelar ibadah umrah pada Desember. Umrah tersebut menjadi ajang ujicoba sebelum Arab Saudi mengizinkan pelaksanaan ibadah haji tahun depan.

“Umrah yang akan kita jalankan ini bagian dari simulasi atau uji coba haji kita. Jadi kalau kira-kira umrah kita berhasil, Insya Allah haji juga akan terbuka. Jadi kunci terbuka atau tidaknya haji di 1443 Hijriah nanti tergantung bagaimana kita melaksanakan ibadah umrah ini dengan baik,” kata Menteri Agama Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/11).

Dalam ujicoba tersebut, Arab Saudi akan melakukan beberapa aspek untuk dinilai. Salah satunya mengenai kedisiplinan jemaah dalam menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebelumnya, sempat ditemukan adanya hasil PCR palsu.

“Jadi kayak begitu-begitu tidak boleh ada lagi. Kalau itu masih ada, maka harapan kita semua, seluruh muslim Indonesia untuk bisa berangkat haji, ya mohon maaf akan semakin berat,” ujarnya.

“Maka umrah ini jadi kewajiban kita semua, pemerintah, DPR, terutama penyelenggara umrah ini untuk lebih serius, benar-benar mau selenggarakan ini dengan baik dan tanggung jawab terutama ketaatan kepada protokol kesehatan,” kata Yaqut.

Sebelumnya, Yaqut mengungkapkan sebanyak 18.752 jemaah umrah asal Indonesia siap diberangkatkan Desember tahun ini. Perjalanan mereka tertunda lantaran pandemi virus corona (Covid-19).

Dari total 18 ribu jemaah, sebanyak 889 pemegang visa berusia kurang dari 18 tahun, sementara sebanyak 2.549 berusia lebih dari 65 tahun. Mereka dipastikan tidak bisa berangkat umrah karena ada aturan mengenai batas usia.

“Sementara yang berumur dalam range yang diperkenankan untuk bisa masuk ke Saudi Arabia itu sejumlah 15.314, jadi kira-kira kalau skemanya pemegang visa yang kita dahulukan, maka kita akan saring dari 15.314 jamaah ini,” ujar Yaqut. (ads)