Foto: Shutterstock

 

Kanalnews.co, IRAN- Pemerintah Iran memutuskan melarang pendatang dari beberapa negara Eropa. Kebijakan itu dilakukan untuk mengantispasi penyebaran virus varian baru Omicron.

Sebelumnya, Iran telah menemukan kasus pertama virus Corona varian baru Omicron. Sampai saat ini, Iran telah mencatat 14 kasus Covid-19 varian Omicron.

Pemerintah pun bergerak cepat menutup pintu masuk bagi pendatang dari beberapa negara. Iran melarang pelancong dari beberapa negara. Di antara lain Inggris, Prancis, Denmark, dan Norwegia.

Kebijakan itu berlaku sampai 15 hari ke depan demi mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron. Sebelumnya, Iran sudah melarang pendatang dari negara Afrika Selatan dan tujuh negara Afrika lainnya selama 15 hari ke depan.

Otoritas Kesehatan Iran juga menghentikan perjalanan darat dari dan ke Turki tanpa batas waktu yang ditentukan, dikutip Reuters. Padahal, Turki merupakan tujuan wisata populer bagi warga Iran.

“Tindakan yang diperlukan sudah dilakukan untuk mengisolasi orang ini, yang tinggal di Tehran dan mereka yang kontak dengan dia. Ini adalah kasus pertama Omicron yang telah diidentifikasi di Iran,” kata Wakil Menteri Kesehatan Iran Kamal Heidari.

Iran telah mencatat total 6,18 juta kasus dan 131.400 kematian akibat Covid-19 sejak pandemi berlangsung. Iran merupakan negara Timur Tengah yang paling parah terdampak pandemi. (ads)