Kanalnews.co, JAKARTA– Pemerintah akan membuka jalur penerbangan internasional khusus 18 negara. Satgas Covid-19 memiliki sejumlah pertimbangan sebelum mengambil keputusan tersebut.

Pemerintah mulai fokus membangkitkan sektor pariwisata salah satunya dengan membuka bandara internasional Ngurah Rai Bali. Penerbangan internasional juga akan mulai dilakukan dengan negara dan syarat tertentu.

“Perlu menjadi informasi bersama bahwa pembukaan kedatangan internasional oleh Indonesia akan dilakukan dengan hati-hati, salah satunya dengan penetapan syarat asal kedatangan,” kata juru bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (12/10/2021).

Adapun 18 negara yang dipilih adalah negara yang laju penularan dinilai terkendali dan positive rate Corona-nya kurang dari 5 persen. Sementara itu, negara tersebut juga sudah melewati tahap asesmen dari WHO terkait kondisi COVID-19.

“Penetapan 18 negara yaitu beberapa negara level 1 dengan risiko rendah yaitu negara dengan kasus jumlah konfirmasi 20:100 ribu penduduk, dengan positive rate kurang dari 5 persen,” jelas Wiku.

“Dan beberapa negara lain level 2 atau disebut risiko sedang, adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi 20-50:100 ribu penduduk, dengan positive rate kurang dari 5 persen didapatkan dari pedoman asesmen WHO, yaitu dengan melihat laju penularan dan kapasitas sistem kesehatan sebuah negara,” Wiku menambahkan.

Lantas negara apa saja yang diperbolehkan masuk ke Indonesia, Wiku belum mau membocorkannya. Semua akan diumumkan dalam surat edaran terbaru Satgas COVID-19.

“Rincian daftar negara nantinya akan diatur dalam pembaruan surat edaran satgas yang akan dirilis segera,” kata Wiku.

Untuk memastikan berjalan aman, lanjutnya pemerintah akan mensimulasikan pembukaan sektor pariwisata sebelum 14 Oktober. Simulasi akan dimulai dari screening pelaku perjalanan, pemeriksaan persyaratan administrasi hingga proses karantina.

“Terkait pembukaan sektor pariwisata di beberapa titik, Pemerintah akan melakukan simulasi dalam beberapa hari ini sebelum resmi dibuka 14 Oktober mendatang. Screening pelaku perjalanan internasional dilakukan secara ketat dan penuh kehati-hatian,” terang Wiku.

“Adanya penerapan durasi karantina menjadi 5 hari didasarkan dari persyaratan administratif ketat yaitu bukti vaksinasi dosis penuh, kepemilikan asuransi kesehatan dan bukti pemesanan akomodasi karantina,” lanjutnya.

“Yang menjamin orang yang masuk ialah orang yang benar-benar sehat. Khusus terkait karantina pelaku internasional akan diawasi kantor kesehatan pelabuhan dan Satgas COVID-19 daerah setempat,” pungkas Wiku. (ads)