
Kanalnews.co, JAKARTA – Ramainya pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Surabaya mendapat respons langsung dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Dia meminta pengelola pusat perbelanjaan tidak membuat pagar terlalu tinggi karena dinilai dapat memunculkan kesan kondisi kota sedang tidak aman.
“Jadi insyaallah nanti kami koordinasikan, yang saya ingin ketika ada pagar itu ada, orang jalan itu semakin terang, tidak terlalu tinggi yang mencerminkan orang itu merasa takut gitu. Padahal kota Surabaya ini aman,” kata Eri.
Meski demikian, Eri menegaskan dirinya tidak pernah meminta pagar tersebut dibongkar. Dia hanya berharap tinggi pagar dapat disesuaikan tanpa menghilangkan fungsi keamanannya.
“Kenapa kami tidak menyampaikan itu (pembongkaran pagar) karena tidak semua mal di Surabaya begitu. Hanya dua atau tiga mal saja,” ujarnya.
Menurut Eri, pagar yang dibangun sejumlah mal bukan untuk mengantisipasi aksi massa maupun kondisi sosial-politik. Pagar dipasang demi mengatur arus pengunjung agar tidak menyeberang sembarangan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Dia mencontohkan kondisi di depan Tunjungan Plaza yang kerap dipenuhi pejalan kaki menyeberang langsung di Jalan Basuki Rahmat, meski sudah tersedia Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
“Kalau orang menyeberang kan langsung di depan itu, jadi orang lompat menyeberangi. Kami juga sering tegur, agar orang tidak menyeberang di depan Tunjungan Plaza, karena sudah ada JPO,” jelasnya.
Eri mengaku para pengelola mal telah menyampaikan alasan pemasangan pagar. Namun, ia kembali mengingatkan agar desain pagar tidak berlebihan.
“Mereka menyampaikan, diberi pagar sehingga bisa keluar ke kanan atau kiri dan bisa dipantau. Tapi saya bilang pagarnya jangan terlalu tinggi, dipikir nanti ada apa-apa atau rasa kekhawatiran, padahal tidak seperti itu,” tegasnya.
Di tengah ramainya spekulasi publik, Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, juga membantah anggapan bahwa pembangunan pagar berkaitan dengan lesunya ekonomi maupun situasi keamanan.
“Tidak ada antisipasi apa pun. Kita yakin Indonesia aman sejahtera, NKRI harga mati,” kata Sutandi.
Ia bahkan menegaskan bisnis ritel Pakuwon Group justru menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang semester pertama 2026.
“Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini,” ujarnya.
Sutandi menambahkan, fungsi pagar semata-mata sebagai langkah pengamanan, sama seperti pagar yang dipasang di rumah pribadi, sehingga tidak perlu dikaitkan dengan isu tertentu yang berkembang di masyarakat. (ads)



































