
Kanalnews.co, JAKARTA– Pemerintah Kota Depok kembali dikritik setelah membongkar trotoar di jalan Margonda Raya yang belum lama direvitalisasi. Apa alasannya?
Warga Depok dibuat terheran-heran karena trotoar di kawasan Margonda dibongkar. Sejumlah pekerja kini sibuk membuat proyek saluran air.
Mereka bingung bisa-bisanya Pemkot Depok membuat trotoar tanpa memikirkan aspek lainnya seperti pembuangan air/saluran air. Alhasil, ketika turun hujan kawasan Margonda banjir.
Kepala Dinas PUPR Depok Citra Indah Yulianty mengklaim trotoar itu dibongkar untuk mengatasi banjir. Ia membantah jika pihaknya tidak bekerja sistematis.
“Kita udah cari solusi, dari jaman 2003 itu dulu udah dibuat gorong-gorong besar dari ITC Depok sampe seberang Ramayana. Kemaren kita cek juga, ternyata saluran yang suka banjir di Ramayana, notaris bukan arahnya ke saluran yang barengan dari ITC,” kata Citra.
“Ternyata kita cek buangannya itu ke Kali Malela, sampe kita masuk-masuk ke gorong-gorong, kita cek gorong-gorong itu adanya di mana supaya nyambung ke Kali Malela. Ternyata gorong-gorong yang nyambung ke Kali Malela adanya di bawah ruko, ke tutup ruko,” tambahnya.
Lantas, kenapa bisa Dinas PUPR tidak mengecek lebih dulu sebelum membangun trotoar?
“Ternyata itu dulu saluran, sekarang kondisinya bangunan. Pas kita bongkar, memang bangunan itu di atas saluran. Jadi Alhamdulillah air langsung ngalir ke Kali Malela di belakang tanpa kehalangan coran bangunan di atasnya,” kata Citra.
Meski demikian, ia menegaskan Pemkot Depok telah berusaha mengatasi banjir. Dinas PUPR juga sudah berusaha mencari solusi.
“Pak wali juga peduli karena melihara Margonda banjir, makanya dimintalah kami-kami cari soluisnya. Kami telusuri semua, mulai dari pekerjaan yang lama sampai lihat di foto udara saluran ke mana saja aslinya jalannya air,” katanya. (ads)