Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Timnas Indonesia U-17 resmi terhenti di momen paling krusial setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Vietnam U-17.

Sorotan langsung tertuju pada sang pelatih, Kurniawan Dwi Yulianto. Dengan nada berat, ia tak mencari alasan. Permintaan maaf dilontarkan, seolah menyadari betapa besar ekspektasi publik yang kini runtuh.

“Secara pribadi, saya mohon maaf. Kita sebenarnya punya peluang ke semifinal,” ucap Kurniawan.

Namun di balik kegagalan itu, Kurniawan tetap berdiri membela anak asuhnya. Ia menegaskan para pemain sudah bertarung habis-habisan di lapangan, meski hasil akhir tak berpihak.

“Mereka sudah bekerja keras. Kami juga menyiapkan game plan berbeda untuk perbaikan,” lanjutnya.

Strategi yang dipilih pun jadi sorotan. Alih-alih tampil menekan, Garuda Muda justru bermain lebih hati-hati, menunggu dan mengandalkan serangan balik. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Vietnam disebut tampil agresif sejak awal, memaksa Indonesia mengubah pendekatan.

“Kami melihat Vietnam sangat agresif di babak pertama, jadi kami coba dengan counter attack,” jelas Kurniawan.

Namun, taktik itu seperti setengah jadi. Peluang dari serangan balik gagal dimaksimalkan, penyelesaian akhir tumpul, dan momentum terbuang sia-sia. Di sinilah titik krusial yang akhirnya menghukum Indonesia.

“Hasil counter attack kami belum maksimal,” akunya.

Kegagalan ini bukan sekadar hasil pertandingan, tapi juga alarm keras jelang tantangan berikutnya. Kurniawan menegaskan evaluasi besar menanti sebelum tim melangkah ke ajang yang lebih besar.

“Ini jadi catatan penting sebelum Piala Asia,” tegasnya. (ads)