Kanalnews.co, JAKARTA– Menpora RI Zainudin Amali kembali mengingatkan agar seluruh atlet yang akan tampil di Olimpiade Tokyo 2020 untuk menjaga kesehatannya. Ia juga meminta agar tetap fokus.

“Yang paling utama adalah menjaga kesehatan karena itu adalah menjadi salah satu faktor agar bisa bertanding. Sebab, belum tentu empat tahun kedepan di Olimpiade Paris bisa terpilih sebagai wakil Indonesia,” pesan Menpora Amali saat melakukan wawancara virtual bersama CNN Indonesia secara virtual, Jumat (23/7).

Menpora Amali menjelaskan sistem yang digunakan oleh penyelenggara adalah sistem bubble, yakni atlet dari penginapan ke tempat latihan atau pertandingan dan terus seperti itu tidak boleh keluar. Tetapi yang paling penting yang dibutuhkan kontingen adalah dukungan moril dan doa.

“Saya mengihimbau kepada kita semua untuk memberikan dukungan dengan apapun hasilnya. Jangan dengan hasil bagus kita puji-puji, kalau tidak bagus langsung dicela, dibuli dan sebagainya. Karena beberapa atlet kita masih sangat muda jangan sampai mereka terpengaruh secara psikologis dengan apa yang ditunjukkan di media sosial,” kata Menpora Amali.

Target selanjutnya di olimpiade yang akan datang adalah meloloskan atlet sebanyak-banyaknya di kualifikasi. Semakin banyak atlet yang lolos maka kesempatan memperbaiki peringkat Indonesia akan semakin besar.

“Saat ini ada 28 atlet di Olimpide Tokyo, nah kita targetnya nanti di 2024 harus lebih dari yang dikirim saat ini. Begitu selesai kita harus segera mempersiapkan diri untuk Olimpiade Paris 2024. Jadi, tidak boleh ada jeda terlalu lama,” katanya.

Terkait apresiasi atau bonus, Menpora Amali memastikan aman. Tetapi saat ini Kemenpora tidak ingin merinci karena ia ingin fokus atlet tetap tertuju untuk meraih prestasi di Olimpiade.

“Apresiasi dan penghargaan pasti ada, tetapi saat ini kami tidak merinci. Sebab, tidak mau para atlet kita nantinya fokusnya memikirkan itu. Saya mau mereka memikirkan bagaimana bisa berprestasi di olimpiade itu. Yang pasti ada apresiasi tidak mungkin tidak ada,” tegasnya.

“Sekali lagi jangan menjadikan itu (bonus) sebagai fokus para atlet. Karena bisa tampil di olimpiade itu menjadi prestisius untuk dirinya, keluarga dan sebagainya dan tidak mudah untuk masuk kesana,” tutup Menpora Amali.