Kanalnews.co, JAKARTA – Industri pertambangan berkelanjutan kini tak lagi bisa hanya mengandalkan melimpahnya cadangan sumber daya alam. Sektor ini dituntut bergerak lebih progresif melalui keputusan strategis yang mampu menghadirkan nilai tambah nyata, inklusif, sekaligus dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) mendorong lahirnya program TAKJIL (Takaran Jilid Sektor Strategis). Forum ini digagas sebagai ruang “bedah data” untuk membongkar angka, asumsi, hingga rasionalisasi di balik kebijakan strategis sektor minerba.

Tujuannya jelas yaitu agar publik tidak hanya melihat hasil, tetapi memahami logika kebijakan serta dampak yang hendak diwujudkan. TAKJIL disebut bukan sekadar ajang mencari legitimasi kebijakan. Forum ini justru diproyeksikan menjadi wadah kritik konstruktif dari pemerintah, investor, mitra industri, hingga masyarakat luas.

Diskusi yang dibangun berangkat dari pertanyaan mendasar: seberapa besar kontribusi nyata sektor mineral dan batu bara terhadap perekonomian nasional, dan kebijakan lanjutan apa yang harus segera ditempuh agar sektor ini tetap menjadi mesin pertumbuhan.

Secara ekonomi, kontribusi minerba memang tak bisa dipandang sebelah mata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan Kementerian ESDM menunjukkan subsektor pertambangan dan penggalian menyumbang sekitar Rp2.198 triliun atau sekitar 10,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2023. Angka ini menegaskan posisi strategis sektor minerba sebagai penopang struktur ekonomi nasional di luar sektor manufaktur dan jasa.

Namun, tren pada 2024 menunjukkan kontribusi sektor pertambangan dan penggalian menurun menjadi 8,75 persen. Fakta ini dinilai menjadi alarm penting rekalibrasi kebijakan berbasis data semakin mendesak agar kontribusi sektor minerba tidak terus tergerus di masa depan.

Dari sisi penerimaan negara, sektor ini tetap menjadi tulang punggung melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kementerian ESDM mencatat realisasi PNBP mencapai Rp138,37 triliun, melampaui target yang telah ditetapkan. Lonjakan tersebut terutama didorong oleh kinerja subsektor Sumber Daya Alam (SDA) mineral dan batu bara yang menembus 104,38 persen dari target.

Kontribusi lain yang tak kalah krusial datang dari dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam konteks ini, MIND ID menjadi salah satu penyetor dividen terbesar. Untuk tahun buku 2024, perusahaan menyetujui pembagian dividen sebesar Rp20,1 triliun kepada negara, meningkat dibandingkan Rp17,14 triliun pada tahun buku sebelumnya. Kenaikan ini mempertegas posisi MIND ID sebagai motor penting kontribusi ekonomi di antara BUMN strategis.

Forum TAKJIL juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengelola kekayaan mineral melalui kebijakan hilirisasi. Larangan ekspor mineral mentah, termasuk bijih nikel sejak 2020, disebut telah mengubah peta rantai nilai industri dan arus penerimaan negara.

Sebelumnya, ekspor ore membuat nilai tambah justru dinikmati negara lain, meski Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sekitar 55 juta ton.
Seiring kebijakan berjalan, investasi smelter melonjak dan produksi nikel nasional melesat. Indonesia kini menguasai sekitar 59,5 persen pangsa produksi nikel global dan diproyeksikan semakin dominan.

Momentum ini juga membuka jalan bagi pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV battery) di Karawang, yang diharapkan menjadi fondasi industri kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi masa depan.

Melalui pembahasan mendalam, TAKJIL diharapkan tidak hanya berhenti pada pencapaian angka, tetapi mampu merumuskan bauran kebijakan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat sosial jangka panjang.

“TAKJIL adalah ruang terbuka. Kami mengajak semua pihak untuk memahami, bukan sekadar menerima, setiap kebijakan yang kami ambil,” ujar Division Head Institutional Relations MIND ID, Selly Adriatika.

Ia menegaskan, narasi konstruktif berbasis data menjadi kunci agar seluruh pemangku kepentingan dapat melangkah bersama menuju masa depan industri pertambangan yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dengan fondasi data yang kuat dan dialog yang transparan, MIND ID optimistis ekosistem industri pertambangan nasional dapat tumbuh lebih solid serta berkontribusi signifikan dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. (ads)