Foto dok Persija

Kanalnews.co, JAKARTA– Timnas Indonesia dipastikan tidak akan meladeni permainan emosional Vietnam saat kedua tim bentrok pada laga ketiga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026). Pelatih John Herdman memilih membentengi mental anak asuhnya agar tetap fokus mengejar kemenangan, meski lawan dikenal sering memainkan perang psikologis di atas lapangan.

Herdman memahami duel melawan Vietnam selalu berlangsung panas. Namun, ia menegaskan skuad Garuda tidak boleh membuang energi untuk merespons aksi-aksi yang berpotensi memancing emosi.

Fokus utama timnya adalah menjalankan identitas permainan sendiri dan memaksimalkan setiap peluang yang didapat.

Apalagi, pengalaman yang telah dilalui Timnas Indonesia sepanjang fase grup menjadi bekal penting menghadapi laga sarat gengsi tersebut. Setiap pertandingan memberikan pelajaran berbeda yang membuat tim semakin matang dalam menghadapi berbagai situasi.

“Saya rasa setiap pertandingan itu berbeda. Kami sudah katakan bahwa di fase grup ini kami akan melihat hal-hal yang berbeda, kami akan memiliki banyak pengalaman berbeda yang bisa kami pelajari dan jadikan dasar untuk tumbuh,” ujar Herdman.

Ia mencontohkan laga kandang dengan tekanan besar dari publik hingga pertandingan tandang dengan atmosfer yang sama sekali berbeda telah menempa mental para pemain. Pengalaman itu diyakini akan membantu Garuda tetap tenang jika Vietnam mencoba mengubah jalannya pertandingan lewat cara-cara nonteknis.

Untuk itu, Herdman menolak terlalu memikirkan apa yang akan dilakukan Vietnam. Baginya, mengontrol permainan sendiri jauh lebih penting daripada larut dalam gaya bermain lawan.

“Kami hanya berharap besok akan menjadi pengalaman baik lainnya bagi tim ini. Kami harus menunjukkan komitmen untuk bisa mengalahkan Vietnam,” katanya.

Herdman menegaskan Timnas Indonesia tidak bisa mengatur bagaimana Vietnam bermain. Yang bisa dilakukan adalah memastikan para pemain tampil disiplin, menjaga emosi, dan memberikan performa terbaik selama 90 menit.

“Kami tidak bisa mengendalikan apa yang mereka bawa dan apa yang mereka lakukan, itu adalah urusan mereka. Kami akan tetap berada di posisi yang kami butuhkan untuk memberikan performa lain yang bisa kita semua banggakan,” tegasnya. (pht)