Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memastikan posisi Indonesia di Board of Peace (BoP) tetap dipertahankan meski muncul desakan agar pemerintah keluar dari forum tersebut. Paloh menegaskan keputusan bergabung dalam dewan perdamaian itu telah dipertimbangkan secara strategis oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan Paloh usai mengikuti diskusi kebangsaan yang digelar Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo menjelaskan secara langsung alasan Indonesia memilih bergabung dalam BoP yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dijelaskan Paloh, Presiden memaparkan berbagai pertimbangan strategis yang menjadi latar belakang keputusan Indonesia ikut dalam dewan tersebut.

“Memang dijelaskan tadi, dan ada berbagai pemikiran yang cukup strategis kenapa dan mengapa Indonesia mengambil posisi sebagai anggota BoP,” ujar Paloh.

Paloh menilai langkah pemerintah bergabung dalam Board of Peace sudah tepat. Ia juga menegaskan sikap tersebut tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Ia menyebut pemerintah tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus menjaga posisi Indonesia sebagai negara yang mendorong perdamaian.

“Yang jelas kita menegaskan kembali bagaimana mempertahankan politik bebas dan aktif, sekaligus menunjukkan simpati dan empati terhadap perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

Paloh menambahkan, hingga saat ini Indonesia masih akan berada dalam Board of Peace meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas. Menurutnya, posisi tersebut hanya akan dievaluasi jika muncul perkembangan baru bersama negara anggota lainnya.

“Sampai hari ini barangkali masih dalam posisi seperti itu, kecuali nanti ada perkembangan bersama beberapa negara lain untuk mengevaluasi kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketua MUI KH Anwar Iskandar pada Minggu (1/3/2026), MUI menyampaikan sembilan poin sikap atas eskalasi konflik tersebut.

Salah satu poinnya adalah mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari Board of Peace bentukan Donald Trump. MUI menilai forum tersebut tidak efektif mewujudkan perdamaian yang adil, khususnya bagi Palestina.

Menurut MUI, langkah Amerika Serikat bersama Israel yang menyerang Iran justru memperburuk situasi dan berpotensi memicu perang regional yang lebih luas. (pht)