Ist

Kanalnews.co, JAKARTA– Status PPKM DKI Jakarta kembali naik ke level 2 dalam perpanjangan PPKM Jawa Bali dua minggu ke depan. Apa penyebabnya?

Melalui siaran pers, Senin (29/11/2021), Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi (Marves) menyampaikan ada juga 8 kabupaten/kota yang masuk PPKM level 1. Hal ini didasari asesmen dilakukan pada 27 November 2021.

Selain itu, disampaikan 10 kabupaten/kota di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) kembali ke PPKM level 2. Ada dua hal yang menyebabkan DKI Jakarta naik ke PPKM level 2.

Tracing Turun

Kemenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan merujuk kepada asesmen dari WHO. Ia menyebut tracing (penapisan) di Jabodetabek menurun.

“Berdasarkan asesmen dari World Health Organization (WHO), 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 di antaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek,” demikian keterangan Kemenko Marves.

Meski begitu, Luhut mengatakan penerapan PPKM Jawa-Bali menunjukkan tren cukup stabil. Ia menyebut penambahan kasus positif COVID-19 baru cukup rendah.

“Penerapan PPKM yang masih terus dilakukan di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil,” kata Luhut.

Kasus Positif Naik 

Selain karena tracing menurun, status PPKM naik ke level 2 karena adanya kenaikan kasus Covid-19. Berdasarkan data BNPB dan Pemprov DKI, kasus Corona harian di Ibu Kota sempat naik lagi pada 24 November lalu. Sementara jumlah orang yang dites PCR dalam sehari menurun.

Laporan harian positif harian dalam sepekan tertinggi pada 24 November dengan angka 82 kasus. Bahkan terendah dalam satu minggu 26 kasus pada 22 November.

Berikut Data positif harian:

22 November: 26
23 November: 69
24 November: 82
25 November: 54
26 November: 70
27 November: 54
28 November: 51
29 November: 41

Nah, untuk jumlah orang yang dites PCR setiap harinya cenderung menunjukkan penurunan. Per 22 November ada 10 ribuan orang yang dites PCR. Sehari setelahnya meningkat ke angka 14 ribu orang yang dites PCR.

Tertinggi warga yang dites PCR di Jakarta yakni pada 24 November di angka 16 ribuan orang. Setelah itu, tes PCR terhadap warga cenderung menurun hingga data per Senin (29/11) kemarin sebanyak 12.196 orang.

Data tes PCR harian:

22 November: 10.428
23 November: 14.261
24 November: 16.878
25 November: 15.369
26 November: 15.137
27 November: 15.116
28 November: 12.527
29 November: 12.196