IG Sandiaga Uno

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menanggapi terkait polemik study tour usai insiden kecelakaan maut rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Ciater, Subang, Jawa Barat. Ia menilai masalahnya bukan di aktivitasnya, tetapi pemilihan bus atau kelayakan kendaraan.

“Dari musibah kecelakaan yang terjadi di Ciater, kita jadikan ini pelajaran bahwa bukan study tour-nya yang harus diperketat, melainkan kelayakan kendaraan, fasilitas, dan sumber daya manusianya,” kata Sandi melalui unggahannya di akun X (Twitter) @sandiuno.

Untuk itu, aspek utama yang harus diperhatikan adalah kendaraan yang digunakan. Sandiaga berharap sekolah harus memastikan kendaraan layak seperti memiliki sertifikat laik operasional yang didaftarkan melalui Kementerian Perhubungan.

“Kita akan membawa ekosistem parekraf ini lebih CHSE yakni lebih clean, lebih healthy, lebih safety, dan tentunya environmental sustainability,” ujar Sandi.

Kecelakaan maut bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok terjadi pada Sabtu (11/5) malam di jalanan yang menurun di Ciater, Subang. Kecelakaan ini melibatkan lima kendaraan, yaitu bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD-7524-OG, mobil Daihatsu Feroza dan tiga motor.

Adapun 11 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan diduga karena rem blong.

Polisi pun sudah menetapkan Sadira selaku sopir bus sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 311 Ayat 5 Undang-Undang Lalu Lintas tahun 2009 dengan maksimal kurungan 12 tahun penjara serta denda 24 juta rupiah.

Dari hasil keterangan para saksi, bus tersebut sudah mengalami masalah selama perjalanan. Sadira beberapa kali mencoba memperbaiki rem, namun tetap memaksakan bus tetap jalan. (ads)