Foto dok IST

 

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana menanggapi hukuman yang diberikan kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk mengeruk Kali Mampang. Justin mengaku tak heran karena selama ini kinerja Anies tidak kelihatan.

PTUN sebelumnya telah menjatuhi hukuman kepada Anies Baswedan untuk mengeruk Kali Mampang. Keputusan itu dikeluarkan setelah PTUN mengabulkan gugatan dari sejumlah warga.

Justin menilai hukuman kepada Anies tersebut akibat tidak adanya keseriusan Anies dalam menangani banjir di Jakarta. Hal itu bisa dilihat sejak kepemimpinannya, Jakarta tak mengalami perubahan.

“Kami sudah prediksi. Sudah Tidak heran lagi. Wajar saja Pak Anies dihukum. Selama 5 tahun menjabat, Pak Anies selalu disibukkan dengan hal-hal kontroversial, kebanyakan manggung. Lupa sama upaya pencegahan banjir. Padahal, program pencegahan banjir sudah jelas tertuang di RPJMD dan Perda-Perda,” ujar Justin kepada pewarta, Jumat (18/2/2022).

“Anggaran APBD-nya pun besar. Triliunan rupiah. Nggak tahu nunggu apa lagi. Masa, nunggu Jakarta tenggelam dulu, baru dikerjakan? Segera eksekusi. Salah siapa berarti Jakarta banjir?” kata Justin.

Untuk itu, ia mendesak Anies agar segera menjalani hukumannya dengan mengeruk Kali Mampang. Program-program menanggulangi banjir diharapkan segera dijalankan mengingat musim hujan sudah dimulai.

“Kami minta Pak Anies untuk segera mengeruk total Kali Mampang dan membangun turap. Jangan ditunda-tunda lagi. Ini sudah masuk puncak musim hujan. Masalah kapan akan banjir, kan tidak bisa ditunda-tunda juga. Jadi tolong, disegerakan. Prioritaskan, tuntaskan,” tutur Justin.

“Jangan lupa normalisasi dan membangun waduk serta embung. Semua mesti terintegrasi. Ini juga harus diprioritaskan. Agar pencegahan banjir lebih optimal. Jangan sampai masyarakat harus capek-capek menuntut di pengadilan, harusnya tidak perlu, itu tugas Pemprov DKI menjalankan kewajibannya. Maaf kami harus jujur ke Pak Anies. Ini demi rakyat Jakarta,” tegas Justin. (ads)