Kanalnews.co, Tuban – Satreskrm Polres Tuban telah mengungkap Kasus Investasi Bodong yang dilakukan oleh saudara IR (22) asal Kelurahan Sendangharjo Kecamatan/Kabupaten Tuban. Setelah melalui pemeriksaan saksi saksi dan gelar perkara maka pada hari Sabtu tgl 29 Januari 2022 , Tim Penyidik Satreskrim Polres Tuban melakukan penangkapan terhadap tersangka, Sabtu (30/1/2022).

“Tersangka terjerat tindak pidana Penipuan dan penggelapan secara berlanjut, sebagaimana yang di maksud dalam Pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP Jo 55 KUHP jo 64 Ayat 1 KUHP” ungkap Kasatreskrim Polres Tuban, AKP M. Adhi Makayasa.

Lanjut Ia, menjelaskan terkait kronologis kejadian tersebut adalah awalnya pelapor di beritahu temannya dengan inisial E dan D bahwa ada titip investasi di IR dan karena pelapor tertarik kemudian pelapor langsung menghubungi IR melalui nomer Whatsapp, saat itu Sdri. IR  menjelaskan bahwa investasi tersebut berupa saham yang akan dikelola oleh IR.

“Saudara IR memberikan provit untuk setiap tanam slot. Ada 3 jenis untuk slot sebesar Rp 500.000, mendapatkan provit sebesar Rp 200.000, untuk slot Rp 800.000, mendapatkan provit sebesar Rp 400.000, dan untuk slot sebesar Rp 1.000.000, mendapatkan provit sebesar Rp 500.000,,” jelas AKP M. Adhi Makayasa.

Lebih lanjut, AKP M Adhi Makaysa menerangkan, bahwa tersangka menjamin uang yang di investasikan akan aman dan akan di kelola olehnya sendiri. Saat itu IR memberitahukan ada IG miliknya dengan nama nitipinvest 2021 yang bisa di akses sebagai bukti perolehan provit yang sudah di kirim ke para membernya.

Karena merasa tertarik kemudian pada tanggal 2 januari 2022 pelapor mengikuti slot yang Rp 1.000.000, dengan cara transfer menggunakan BCA milik pelapor  sebesar Rp 75.000.000, kepada IR untuk mengikuti 75 slot. Kembali pada tanggal 4 januari 2022 pukul 08.03 Wib kembali mentransfer lagi uang sebesar Rp 11.000.000, dan pada tanggal 5 Januari 2022 kembali mentransfer uang sebesar 22.000.000, jadi total ada 108 slot yang di ikuti pelapor.

Namun setelah 10 hari dari 108 slot tersebut pelapor belum mendapatkan pengembalian modal berikut provitnya dan setelah di klarifikasi kepada IR dia beralasan bahwa uang pengembalian investasi tersebut menunggu pencairan dari Bilad yang ada di wilayah lamongan, sedangkan pelapor mengetahui bahwa Bilad sendiri sudah diamankan di Polres Lamongan karena melakukan penipuan.

Kemudian pelapor juga klarifikasi dengan korban yang lain, akibat kejadian tersebut pelapor dan para korban mengalami kerugian sebesar Rp 2.400.475.000, karena merasa tidak ada kejelasan dan merasa  di tipu oleh IR, mereka sepakat untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban.

“Sementara saat ini Tim Penyidik Polres Tuban sudah memeriksa sebanyak 60 saksi / korban dengan  Total kerugian kurang lebih sebesar Rp. 4.036.775.000. Adapun barang bukti yang telah diamankan 1 buah kulkas merk LG ThinQ, 1 unit sepeda motor merk Honda Scopy beserta STNK dan kunci, 1 buah handphone merk Iphone 13 Maxpro, buku tabungan BCA atas nama IR, kartu ATM” tambahnya.

Sebatas diketahui saat ini Satreskrim Polres Tuban masih melakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya dan penelusuran aset atau harta hasil TP Investasi Bodong. (MET)