Kanalnews.co, JAKARTA– Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI angkat bicara terkait rencana kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT G20 yang digelar di Bali. Ia menyebut Indonesia sebagai ketua presidensi tahun memang mengundang semua negara anggota.

Duta Besar RI sekaligus Stafsus Program Prioritas Kemlu dan Co-Sherpa G20 Indonesia, Triansyah Djani, menjelaskan Indonesia mengundang semua anggota G20 karena merupakan sebuah kewajiban. Selain itu, G20 menjadi momen untuk pemulihan ekonomi secara global.

“Indonesia dalam mengetuai berbagai konferensi atau forum atau organisasi baik itu dalam konteks badan-badan PBB pada saat kami memimpin dewan keamanan di PBB atau ASEAN atau organisasi lainnya selalu berpegang pada aturan, prosedur yang berlaku, demikian juga di G20,” ujarnya.

“Oleh karena itu, memang kewajiban untuk semua presiden G20 untuk mengundang semua anggotanya. Saya ingin underline juga seperti yang saya sampaikan di berbagai kesempatan bahwa pentingnya kita semua fokus di G20 untuk menangani global recovery yang merupakan prioritas banyak penduduk di dunia ini,” katanya.

“Seperti diketahui, dunia ini kan belum sepenuhnya keluar dari crisis dan pandemi, serta banyak negara, khususnya negara-negara berkembang ini masih mengalami kesulitan ekonomi dan masih sulit, even untuk mencapai target yang diharapkan G20 untuk dapat dorong global recovery tersebut. Jadi, in shorten, I think we’ll, kita akan continue melaksanakan tugas kita seperti halnya presidensi-presidensi sebelumnya,” katanya. (ads)