
Kanalnews.co, JAKARTA- Markas Besar Polri bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kepedulian lingkungan. Instruksi kerja bakti TNI-Polri membersihkan sampah kini diwujudkan lewat pembentukan Satuan Tugas Asri di lingkungan Kepolisian.
Satgas Asri singkatan dari Aktif, Sehat, Ramah, dan Indah akan dikomandoi oleh Kakor Binmas Baharkam Polri, Irjen Kalingga Rendra. Program ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan untuk membangun budaya kerja yang sehat dan peduli lingkungan dari dalam institusi.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan, Satgas Asri akan diterapkan secara berjenjang hingga tingkat Polsek. Langkah ini bertujuan agar kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi kebiasaan harian anggota Polri.
“Kapolri menekankan bahwa Asri bukan jargon. Ini adalah aksi nyata yang dimulai dari lingkungan kerja sendiri dan dilakukan secara konsisten,” kata Isir dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/2).
Pembentukan Satgas Asri juga menjadi tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di SICC. Dalam forum tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran aparatur negara sebagai contoh dalam menjaga lingkungan.
Isir menambahkan, Polri memiliki posisi strategis sebagai teladan di tengah masyarakat. Karena itu, prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari internal institusi melalui langkah konkret, bukan sekadar imbauan.
“Gerakan Asri harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan program simbolik yang berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan nyata, Satgas Asri menetapkan empat pedoman utama. Pertama, setiap personel diwajibkan membersihkan lingkungan kerja satu jam sebelum memulai tugas. Kedua, seluruh satuan kerja harus menggelar korve minimal sekali dalam sepekan di area mako dan sekitarnya.
Ketiga, Polri akan menggandeng masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih fasilitas umum sebagai bentuk sinergi sosial. Keempat, penerapan gaya kerja ramah lingkungan, mulai dari pengurangan plastik sekali pakai, penghematan energi dan air, hingga penataan ruang kerja yang hijau dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, para pimpinan satuan juga diminta aktif menggerakkan personel dalam kegiatan lingkungan, seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah.
“Langkah ini diharapkan selaras dengan target pembangunan nasional berwawasan lingkungan yang menjadi perhatian Presiden,” pungkas Isir. (ads)


































