Kanalnews.co, JAKARTA-  Polres Jakarta Pusat bergerak cepat menindaklanjuti kasus pelecehan dan perundungan yang dialami pegawai KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Kepolisian akan segera memanggil lima orang yang diduga sebagai pelaku atau terlapor.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan Polres Jakpus telah memanggil korban tadi malam. Selanjutnya, lima orang terlapor akan segera diperiksa lebih lanjut.

“Jam 23.30 WIB malam baru kemarin dilaporkan ke Polres Jakpus, itu pun penyidik Polres Jakpus datangi pelapor tersebut dan (korban) datang ke Polres buat laporan polisi didampingi komisioner,” kata Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

“Sekarang laporan sudah kita terima, keterangan awal sudah kita ambil dari pelapor. Termasuk kita akan memeriksa si terlapor yang 5 orang tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Yusri meluruskan bahwa rilis yang tersebar bukan dibuat langsung oleh korban. “Keterangan awal pertama saudara MSA ini tidak pernah membuat rilis tersebut,” katanya.

Yusri juga membantah informasi yang beredar bahwa korban melapor ke Polsek Gambir setelah kejadian tersebut. “Kedua, Saudara MSA nggak pernah datang ke Polsek Gambir untuk buat laporan polisi, tapi memang ada kejadian itu di tahun 2015 lalu, tanggal 22 Oktober 2015 di kantor KPI Pusat Jalan Gajah Mada,” jelasnya.

Korban juga mendapat pelecehan dan perundungan dari 5 orang terlapor pada 2015. Ketika itu, dia mendapatkan perilaku tak menyenangkan.

“Tapi emang pernah ada kejadian itu tahun 2015 lalu. Dia melaporkan sedang kerja di ruang kerja, tiba-tiba datang terlapor. Terlapor ada 5 orang, yakni RM, FP, RE, EO, dan CL,” tuturnya.

“Terlapor langsung memegang badan dan melakukan hal tidak senonoh, ini yang dilaporkan,” pungkasnya. (ads)