Foto: Tangkapan Layar Youtube Kemensos

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Sikap dan aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali mengundang kontroversi. Kali ini, dia memaksa kepada anak disabilitas tuna rungu/tuli untuk berbicara.

Sebelumnya, Risma mengaku memaksa meminta anak tuli berbicara di depan banyak orang. Hal itu ia lakukan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021.

“Kenapa ibu paksa kalian untuk bicara? Ibu paksa memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut, mata, telinga. Tapi saya berharap kita semua bisa mencoba,” aku Risma saat itu.

Sikap Risma tersebut sontak membuat Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) tersinggung. Mereka menyebut Risma telah melanggar undang- undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mengatur penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan terhadap hak penyandang disabilitas.

“Kami merasa tersinggung, bahkan merasa heran karena omongan Ibu Risma itu mencerminkan pelanggaran UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas,” kata Gerkatin dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12).

Menurutnya, Mensos Risma seharusnya bisa menghormati penyandang disabilitas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Sebab, penyandang disabilitas rungu memiliki hak untuk berekspresi dengan bahasa isyarat.

“Intinya ada pasal penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas rungu/tuli, hak berekspresi dan hak memperoleh informasi dan komunikasi,” tegas pernyataan Gerkatin tersebut. (ads)