Foto Facebook Kamaruddin Simanjutak

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hubatabarat Kamaruddin Simanjuntak mendesak Polri agar menindak tegas oknum yang telah mengambil CCTV. Ia lantas menyinggung pernyataan Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar kasus ini diusut tuntas.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyatakan telah menemukan orang yang mengambil CCTV di kawasan kediaman Irjen Ferdy Sambo yang tak lain adalah polisi. Ia menegaskan akan memprosesnya dan melihat apakah melanggar kode etik atau pidana.

Menurut Kamaruddin orang yang mengambil CCTV tersebut layak dikenakan pidana. Bahkan Kamaruddin meminta orang yang mengambil CCTV rusak untuk dipecat sebagai anggota polri.

“Kalau benar yang dikatakan kapolri itu, maka seharusnya dia diberhentikan menjadi Polri dijadikan tersangka pasal 221 KUHP kemudian juga tersangka pasal 55 dan 56 tentang laporan kami. Dan harus diumumkan amanat presiden kan harus dibuka, kenapa masih disembunyikan kalau memang serius,” kata Kamaruddin.

“Kalau memang ada yang terbukti mencuri CCTV, menghilangkan barang bukti ya copot dong dari polisi, jadikan tersangka, ini nyawa orang loh sudah mati Yoshua masa tak ada kepastian hukumnya, kita cuma dimain-mainin. Padahal presiden 2 sampai 3 kali mengatakan buka seterang terangnya, kok mereka membangkang kepada presiden,” ujarnya.

Ia menilai merusak atau mengambil CCTV merupakan bagian menghambat proses penyidikan. Siapapun yang melakukannya seharusnya tidak hanya dicopot.

“Tidak bisa, kejahatan kok dicopot, ya kejahatan itu dipidana. Nah perbuatan menyembunyikan barang bukti, menghilangkan barang bukti, menghalang-halangi penyidikan itu pidana, kalau pencopotan administrasi. Jadi jangan hukumnya dibolak-balik macam nggak ngerti hukum. Kalau itu pidana proses pidana dong jangan administrasi. Administrasi ditindaklanjuti dengan pidana ya boleh,” katanya. (ads)