Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Polemik ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK makin panas. Ia blak-blakan menyebut kegaduhan yang menyeret namanya tak lepas dari langkah beraninya melaporkan Rismon Hasiholan serta pernyataannya yang menyinggung isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Ceramah JK di Universitas G4adjah Mada (UGM) soal konflik Poso dan Ambon yang disampaikan sejak 5 Maret lalu, tiba-tiba disorot keras. JK mencurigai, serangan itu muncul “belakangan” setelah dua hal yaitu laporan hukumnya terhadap Rismon dan ucapannya soal polemik ijazah Jokowi.

Dengan nada tegas, JK mengaku tak sedang bermain politik. Ia menilai kondisi bangsa sudah terlalu lama terpecah akibat isu yang tak kunjung selesai.

”Saya tidak menuduh politis, tapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon dan kedua saya mengatakan bahwa ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling apa itu berteriak-teriak demo. Sudahlah Pak Jokowi, sudahlah. Kasih lihat ijazah saja. Itu saja,” kata JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

Meski begitu, JK menegaskan ia sama sekali tidak menuduh ijazah Jokowi palsu. Bahkan ia meyakini dokumen tersebut asli. Pernyataannya, kata dia, murni nasihat dari seorang senior kepada junior demi meredam konflik berkepanjangan di masyarakat.

“Saya lebih tua dari dia, jadi sebagai orang yang lebih senior saya nasihati, mengerti? Banyak yang mengatakan apalagi Pak JK itu, Pak Jokowi kurang apa ke Pak JK sehingga begini? Apa saya tuduh? Enggak. Ada enggak saya tuduh? Enggak. Saya lawan enggak Pak Jokowi? Enggak,” katanya.

Namun alih-alih mereda, badai justru membesar.
Sejumlah kelompok langsung melaporkan JK ke polisi. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama beberapa organisasi menilai ceramah JK menyinggung ajaran Kristen dan memicu kegaduhan.

Ketua umum Sahat Sinurat menegaskan, ajaran Kristen tidak pernah membenarkan kekerasan sebagai jalan menuju surga.
Tak berhenti di situ, gelombang laporan juga datang dari Sumatra Utara. Aliansi masyarakat sipil setempat ikut melaporkan JK ke Polda Sumut dengan tuduhan penistaan agama. (ads)