Foto Ig Pramono

 

Kanalnews.co, JAKARTA- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah besar di bidang pendidikan dengan merancang program beasiswa luar negeri yang konsepnya meniru Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027 sebagai investasi jangka panjang peningkatan kualitas sumber daya manusia Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan ide tersebut lahir dari keinginannya agar lebih banyak anak Jakarta memiliki akses pendidikan global tanpa terbebani biaya.

“Saya ingin Jakarta punya skema seperti LPDP. Saya percaya ini bisa diwujudkan,” kata Pramono, Jumat (27/2).

Rencana peluncuran sebenarnya sempat dipatok lebih cepat. Namun, kondisi fiskal daerah membuat agenda itu harus disesuaikan. Pemangkasan dana bagi hasil (DBH) yang mencapai sekitar Rp15 triliun berdampak langsung pada ruang anggaran APBD 2026, sehingga program belum bisa dijalankan tahun ini.

Meski begitu, pembahasan teknis sudah dimulai. Pramono mengaku telah bertemu dengan pimpinan LPDP untuk mendalami pola pendanaan, mekanisme seleksi, hingga kemungkinan kolaborasi agar program versi Jakarta ini memiliki tata kelola yang kuat.

Pada tahap awal, Pemprov membidik sedikitnya 100 penerima manfaat yang bisa diberangkatkan ke berbagai perguruan tinggi luar negeri melalui skema tersebut.
Selain menyiapkan beasiswa internasional, Pramono juga mengevaluasi program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Ia membuka peluang agar bantuan pendidikan itu tak hanya berhenti di jenjang S1, tetapi juga mendukung mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan studi ke tingkat magister dan doktoral.

Menurutnya, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk mendorong mobilitas sosial dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.

“Pendidikan itu yang membuka jalan perubahan hidup. Tanpa pendidikan, saya tidak mungkin berada di posisi ini,” ujarnya. (pht)