Kanalnews.co, JAKARTA– Meski PPKM Level 4 akan dilonggarkan, pemerintah menegaskan pembatasan mobilitas tetap dalam pengawasan. Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito ada tahapan untuk menuju kehidupan normal.

Presiden RI Joko Widodo sebelumnya mengungkapkan akan melonggarkan PPKM Level 4 pada 26 Juli. Namun itu pun jika ada penurunan atau perbaikan angka kasus Covid-19.

“Perlu diingat bahwa melakukan relaksasi bukan berarti menghapus pembatasan layaknya kembali ke masa awal sebelum pandemi Covid-19 terjadi,” kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (22/7/2021).

“Akan tetapi, secara bertahap dan hati-hati menuju kehidupan normal yang baru sekaligus bersiap jika memang perlu dilakukan pengetatan kembali,” tuturnya.

Wiko menyebut ada empat hal yang menjadi pertimbangan untuk merelaksasi PPKM Level 4. Yang pertama adalah melihat tren kasus Covid-19 dan angka keterisian tempat tidur yang terus mengalami penurunan dan penetapan prasyarat pelonggaran dengan melihat pertimbangan kasus ke depan.

Kedua, manajemen sistem kesehatan meliputi penguatan fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta. Hal ini dilakukan dengan mengonversi tempat tidur, membangun rumah sakit darurat dan lapangan, maupun bermitra dengan penyedia jasa telemedicine.

Lalu, aspirasi dan perilaku masyarakat, yakni adanya tren penurunan mobilitas warga selama PPKM diterapkan.

“Keempat, dampak sosial ekonomi, khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah dan usaha mikro,” ujar Wiku.

“Saat ini pemerintah berusaha sebaik mungkin, baik dengan melakukan monitoring persiapan maupun mensosialisasikan prosedur relaksasi agar seluruh elemen masyarakat siap menjalankan kebijakan yang akan diterapkan dengan penuh tanggung jawab,” katanya menambahkan.