
Kanalnews.co, JAKARTA– Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, melayangkan kritik tajam kepada penyelenggara Piala Presiden 2026. Dia menilai jadwal pertandingan yang terlalu padat mengabaikan aspek keselamatan para pemain karena waktu pemulihan dinilai jauh dari ideal.
Menurut Tolic, seluruh tim yang tampil di semifinal hanya diberi jeda sekitar dua hari sebelum kembali bertanding di final maupun perebutan tempat ketiga. Kondisi itu, kata dia, tidak sejalan dengan standar FIFA yang mengharuskan jeda minimal 72 jam antarlaga.
Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan kritiknya bukan semata-mata demi kepentingan Persib. Igor menyebut Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, hingga Arema FC juga menghadapi situasi yang sama sehingga seluruh pemain berpotensi terdampak.
“Saya berbicara tentang semua pemain, bukan hanya Persib. Mereka semua harus dilindungi karena merekalah yang bermain di lapangan,” ujar Igor dalam konferensi pers usai semifinal.
Dia kemudian mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya jika pemain dipaksa tampil tanpa waktu pemulihan yang memadai. Igor bahkan menggambarkan skenario terburuk apabila terjadi insiden serius yang mengancam nyawa pesepak bola.
“Bayangkan jika dua hari lagi ada pemain yang terkena serangan jantung, siapa yang akan bertanggung jawab?” ucapnya.
Igor menambahkan, pelatih bisa saja menjadi pihak pertama yang disalahkan apabila menurunkan pemain dalam kondisi belum benar-benar pulih.
Untuk itu, Tolic meminta penyelenggara tidak menganggap remeh aturan jeda pertandingan yang telah ditetapkan FIFA.
Persib sendiri dijadwalkan menghadapi Persebaya Surabaya pada partai final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8).
Maung Bandung melangkah ke final setelah mengalahkan Persija Jakarta 2-1, sedangkan Persebaya memastikan tiket usai menundukkan Arema FC dengan skor 1-0. (ads)



































