Foto dok Kementerian HAM

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto belum bisa melanjutkan perjalanannya ke Eropa setelah konflik bersenjata meletus di Timur Tengah. Serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2) berdampak pada penutupan sejumlah wilayah udara, termasuk di Qatar.

Mugiyanto bersama rombongan sedianya bertolak ke Jenewa untuk menghadiri sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun hingga hari ketiga, ia masih tertahan di Doha.

“Ini sudah hari ketiga kami tertahan di Doha dalam perjalanan menuju sidang Dewan HAM PBB di Jenewa,” ujar Mugiyanto melalui unggahan Instagram Kementerian HAM, Selasa (3/3).

Ia menyebut kondisi kawasan belum sepenuhnya aman. Penutupan wilayah udara di Qatar dan sejumlah negara sekitar membuat jadwal penerbangan belum bisa dipastikan.

“Kami berharap ruang udara di Qatar dan negara-negara sekitar segera dibuka kembali dan situasi bisa cepat membaik,” katanya.

Berdasarkan informasi dari Duta Besar RI untuk Qatar, Guruh Langkah Samudera, lebih dari 100 warga negara Indonesia (WNI) juga mengalami situasi serupa dan masih berada di Doha.

Tak hanya di Qatar, WNI lainnya juga dilaporkan tertahan di sejumlah negara kawasan Teluk, seperti Uni Emirat Arab (Dubai), Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain.

“Kita menghadapi persoalan rasa aman. Bahkan di beberapa tempat ada imbauan agar warga tidak keluar rumah,” ungkap Mugiyanto.

Ia pun meminta seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti arahan Kedutaan Besar RI serta otoritas setempat. Mugiyanto berharap konflik segera mereda agar aktivitas penerbangan dan mobilitas warga dapat kembali normal. (ads)