Kanalnews.co, JAKARTA– Pemerintah terus berupaya melakukan tracing selama perpanjangan PPKM Level 4. TNI dan Polri pun langsung dikerahkan untuk menjadi komando.

PPKM Level 4 telah diperpanjang hingga 2 Agustus. Presiden RI Joko Widodo ingin angka kematian ditekan maksimal dan fokus melakukan tracing.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan selama PPKM level 4 diperpanjang, pelacakan atau tracing secara massif akan menjadi fokus utama.

“Kegiatan tracing ini akan dikoordinir oleh TNI bekerjasama dengan Polri, dan puskesmas-puskesmas di masing-masing wilayah. Untuk testing tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan,” kata Luhut.

Nantinya, tracing secara massif akan dilakukan di beberapa wilayah aglomerasi. Hal ini dilakukan sesuai intruksi presiden.

“Sesuai instruksi dari Bapak Presiden, kegiatan testing dan tracing akan ditingkatkan secara massif, yang kami akan mulai pada 7 wilayah aglomerasi di Jawa dan Provinsi Bali,” ujar Luhut.

Adapun tujuh daerah aglomerasi tersebut adalah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek); Jawa Barat di wilayah Bandung Raya; dan DI Yogyakarta untuk wilayah Yogyakarta Raya.

Kemudian, Jawa Tengah di wilayah Kendal, Purwodadi, dan wilayah yang termasuk Solo Raya; Jawa Timur di daerah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan.

Sumatera Utara di daerah Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo; Sulawesi Selatan di wilayah Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

Selain menggenjot kegiatan testing dan tracing, Luhut mengatakan pemerintah juga akan mendorong agar isolasi orang yang terpapar Covid-19 dilakukan secara terpusat.

“Hal ini penting untuk mencegah penularan dan resiko kematian terutama kepada orang tua dan orang dengan komorbid,” jelas Luhut.