Jakarta – Umat Muslim dunia kembali memperingati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, kelahiran Baginda Rasullullah pada tanggal 12 Rabiul Awal yang jatuh pada hari ini, Kamis, 29 Oktober 2020.

Sayangnya, perayaan hari kelahiran Baginda Muhammad Rasulullah SAW tahun ini, sudah tentu sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena masih mewabahnya Covid-19.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya untuk mengenang waktu kelahiran nga semata, melainkan pelecut semangat umat untuk mengikuti sifat dan tauladan Rasullulah semasa hidupnya.

“Ahlak terpuji adalah salah satu sifat yang diwariskan Rasulullah SAW kepada umat, dimana hal tersebut selalu dilakukan Beliau dalam kesehariannya. Akhlak yang baik sudah tentu dapat meredam sisi kelam manusia salah satunya sifat tamak, ‘sifat binatang’ yang sewaktu-waktu dapat bangkit dimana hasrat dan hawa nafsu sudah tidak lagi dapat dikontrol, salah satunya keinginan memperkaya diri dengan melakukan korupsi,” kata Firli Bahuri dalam keterangan Persnya yang diterima wartawan, Kamis, (29/10/2020).

Selain itu, Firli menilai tauladan yang diberikan Baginda Rasulullah berupa istiqomah sang nabi dalam menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar (mengajak dan menjalankan kabajikan serta menjauhi setiap larang-Nya), mengajarkan umatnya agar terhindar dari korupsi dan perilaku koruptif.

“Baginda Rasulullah sangat membenci korupsi. Dalam beberapa kisah seperti Perang Khaibar disebutkan Nabi Muhammad SAW, enggan menshalatkan jenazah sahabatnya yang terbukti melakukan ‘ghulul ‘(korupsi)”, lanjut Firli.

Jenderal Polisi bintang tiga ini menuliskan penjabaran HR (Hadis Riwayat) Muslim dari kisah tersebut yang dapat disimpulkan bahwasanya ibadah shalat yang dikerjakan, sedekah yang dilakukan dan haji yang ditunaikan atau kebaikan lain yang dilakukan, tidak bermakna ibadah sama sekali di mata Allah SWT apabila seorang Muslim masih melakukan praktik korupsi dalam hidupnya.

Firli juga memceritakan salah satu sahabat Nabi bernama Umar Bin Khattab yang langsung memecat pejabat atau kepala daerah, terdakwa korupsi tak lama setelah dirinya diangkat sebagai khalifah karena mengikuti sikap Rasulullah, meskipun beberapa diantara mereka adalah pendukungnya.

“Bukan hanya itu, Umar melakukan inspeksi kekayaan pejabat negara dan menyita harta mereka yang diperoleh bukan dari gaji yang semestinya di Baitul Mal, kemudian sitaan tersebut digunakan bagi kepentingan rakyat. Semakin jelas, korupsi adalah perbuatan jahat, buruk dan tercela yang menggagalkan semua ibadah serta kebaikan lainnya yang dilakukan seseorang semasa hidupnya di dunia”, tutur Firli.

Menurut Firli, korupsi juga salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan (Corruption Is a Crime Againts Humanity) karena bukan hanya merugikan keuangan dan ekonomi semata, dampak destruktifnya sangat merusak setiap tatanan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Sudah banyak contoh negara-negara yang gagal dalam menjalankan kewajiban khususnya kepada rakyat, setelah korupsi menggrogoti, merusak dan meluluh lantakkan semua sistem serta tatanan kehidupan dinegara tersebut.

Pria kelahiran Dusun Lontar Komering Sumatera Selatan ini berpendapat bahwasanya sifat dan tauladan Nabi Muhammad SAW, menyiratkan pelajaran hidup mengenai keinginan dan impian akan sebuah perubahan dari harapan yang dapat terwujud menjadi kenyataan, hanya dengan usaha dan tekad kuat sejalan dengan perintah serta tidak mengingkari semua larangnya-Nya.

“Keinginan dan impian bangsa ini untuk lepas dari cengkraman laten korupsi, dapat menjadi kenyataan dengan tekad dan usaha bersama, segenap rakyat Indonesia yang dimulai dari diri sendiri, jujur dan berani untuk tidak melakukan korupsi,” lanjut Firli.

Diakhir keterangan merespon peringatan Hari Maulid Nabi Muhammad SAW, Firli mengajak segenap eksponen bangsa untuk mengikuti sifat dan menjalankan tauladan yang diberikan Baginda Rasullulah-Nabi Besar Muhammad SAW, agar cita-cita dan harapan Founding Fathers kita dimana negara ini dapat melindungi, memajukan kesejahteraan serta mencerdaskan kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote, akan segera terwujud.

“Selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita tauladani budi pekerti dan akhlakul Karimah Baginda Rasulullah agar kita selamat dunia-akhirat.” pungkasnya.