Foto Tangkapan layar

Kanalnews.co, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengecam aksi tiga tenaga kesehatan yang membuat konten video menampilkan perbedaan pelayanan antara pasien umum dan BPJS.

Sebelumnya, viral di media sosial terutama di akun TikTok @rintobelike2, ada dua video yang diunggah. Pertama video menampilkan Nakes joget-joget kegirangan ketika pasien umum masuk.

Video kedua memperlihatkan Nakes tengah bermalas-malasan untuk menggambarkan situasi ketika pasien BPJS masuk. Saat ini video tersebut terpantau sudah menghilang dari akun @rintobelike2.

“Saya sangat kecewa bahwa ada oknum tenaga kesehatan yang berperilaku demikian,” ujar Charles.

Ia menegaskan tenaga kesehatan tidak boleh diskriminatif dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Sebab, mereka sudah disumpah terkait hal tersebut.

“Konten yang dibuat oleh ketiga nakes ini sangat tidak layak dan sudah mencoreng profesi mulia tenaga kesehatan,” katanya.

Ia pun mendesak agar tenaga kesehatan itu dievaluasi. Kejadian ini tidak boleh terjadi lagi.

“Saya tidak tahu apakah mereka bekerja di fasyankes milik pemerintah atau swasta. Namun saya rasa ketiga nakes ini harus diberikan sanksi sehingga tidak mengulangi perbuatannya,” tegasnya.

Nakes Minta Maaf

Tiga nakes yang bikin konten TikTok tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Ia meminta maaf kepada sejumlah pihak dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPJS Kesehatan, organisasi profesi bidan dan dokter hingga masyarakat Indonesia.

Ketiga nakes tersebut bekerja di Puskesmas Lambunu 2, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

“Kami staf Puskesmas Lambunu 2 meminta maaf kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, BPJS Kesehatan Seluruh Indonesia, Persatuan Perawat Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan teman sejawat tenaga kesehatan seluruh Indonesia,” kata ketiga nakes tersebut, Sabtu (18/3).

“Yang sebenarnya, pelayanan kami Puskesmas Lambunu 2 tidak membeda-bedakan pasien umum dengan pasien BPJS. Sekali lagi, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan video kami,” tambah mereka.