Foto Antara

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Pemerintah berencana melakukan legalisasi ganja untuk kebutuhan medis. Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyebut akan melakukan kajian dengan mendengarkan pendapat para dokter dan farmakolog lebih dulu.

“Kami tentu akan mengkajinya secara hati-hati dan mendengarkan pendapat para ahli kesehatan, baik dokter maupun farmakolog,” ujar Arsul.

Namun demikian, ia menyebut wacana tersebut membutuhkan kehati-hatian. Apalagi dikhawatirkan, penggunaan ganja hanya bertujuan untuk mendapatkan kesenangan.

“Tentu tidak bisa terburu-buru untuk menerima atau menolak begitu saja terkait kemungkinan legalisasi ganja untuk pengobatan. Namun, kami di Komisi III DPR secara tegas ingin menyampaikan bahwa kami tidak akan melegalisasi ganja untuk kesenangan cannabis for leisure sebagaimana yang ada di sejumlah negara,” kata Waketum PPP itu.

Sebelumnya, aksi seorang ibu bernama Santi Warastuti asal Sleman, Yogyakarta, beserta anaknya Pika l di Bundaran HI, Jakarta saat Car Free Day (CFD), Minggu (26/6) viral. Diketahui, anaknya mengidap kelainan otak.

Santi membawa sebuah surat yang ditujukan kepada hakim MK agar segera memberikan putusan atas permohonan uji yang sudah dia ajukan atas UU Narkotika. Ia meminta agar ganja yang masuk golongan I UU Narkotika bisa digunakan untuk keperluan medis.

Dalam foto yang beredar, di kawasan Bundaran HI yang ramai itu, Santi terlihat memegang papan putih bertuliskan ‘Tolong Anakku Butuh Ganja Medis’

Santi mengaku sudah menanti selama hampir dua tahun agar Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonannya untuk melegalisasi ganja medis di Indonesia. Anaknya yang menderita kelainan otak diklaim membutuhkan ganja untuk pengobatan. (ads)