
Kanalnews.co, JAKARTA – Wacana “war tiket” haji yang digadang-gadang sebagai solusi cepat menuai kritik keras. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menilai ide tersebut berpotensi melukai rasa keadilan jutaan calon jemaah yang sudah bertahun-tahun mengantre.
Menurut Cak Imin, sistem antrean haji bukan sekadar mekanisme teknis, melainkan proses panjang yang telah dijalani masyarakat dengan penuh kesabaran. Ia menegaskan, mengganti sistem itu secara tiba-tiba dengan model “siapa cepat dia dapat” justru akan menimbulkan polemik baru.
“Yang sudah antre lima tahun bagaimana? Yang tinggal dua tahun lagi berangkat nasibnya bagaimana?” ujarnya di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat.
Nada keprihatinan Cak Imin pun menguat. Ia menilai kebijakan seperti ini bisa memicu ketidakadilan, terutama bagi jemaah yang sudah hampir tiba giliran keberangkatannya.
Meski begitu, ia menyebut wacana “war tiket” masih jauh dari kata matang. Pasalnya, pembahasannya dinilai masih panjang dan belum menyentuh tahap implementasi.
Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf tengah menggodok terobosan besar. Ide “war tiket” muncul sebagai upaya untuk memangkas antrean haji yang sudah mengular puluhan tahun.
Dalam skema ini, pemerintah akan membuka pendaftaran secara langsung tanpa antrean. Siapa pun yang siap secara finansial dan fisik bisa langsung berangkat di tahun yang sama, mirip dengan sistem haji di masa lalu sebelum pengelolaan modern diterapkan. (ads)



































