
Kanalnews.co, JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Indonesia belum akan lepas dari hujan dalam waktu dekat. Hingga Februari bahkan berlanjut ke Maret, sebagian besar wilayah Tanah Air masih berada dalam fase musim penghujan.
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan berdasarkan proyeksi curah hujan dasarian kedua Februari 2026, mayoritas wilayah Indonesia masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas rendah hingga menengah.
“Secara umum, curah hujan berada di kisaran 20 sampai 150 milimeter per dasarian,” ujar Andri, Rabu (4/2/2026).
Meski demikian, BMKG mencatat ada sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi masih berpeluang muncul di beberapa wilayah tertentu.
Wilayah tersebut meliputi sebagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, sebagian kecil Jawa Timur, wilayah barat Pulau Timor, Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan, Sulawesi Utara bagian utara, hingga beberapa kawasan di Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Kondisi ini juga berdampak pada awal Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Menurut BMKG, momen awal ibadah puasa kemungkinan besar masih akan diiringi hujan, terutama di wilayah selatan garis ekuator.
“Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara pada Februari sampai Maret masih berpotensi mengalami hujan yang cukup dominan, termasuk hujan sedang hingga lebat secara lokal,” jelas Andri.
BMKG menegaskan, secara klimatologis Indonesia baru mulai memasuki fase awal musim kemarau pada April hingga Mei 2026. Peralihan musim ini diperkirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, sebelum perlahan meluas ke daerah lain.
“BMKG akan terus memantau dinamika cuaca dan iklim, serta menyampaikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan signifikan,” pungkasnya. (ads)



































