Foto dok istimewa

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menggeliat, namun gelombang besar pemudik diprediksi masih akan terjadi dalam waktu dekat. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkap, hingga hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, baru sekitar 28 persen kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan.

Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut, kondisi ini menandakan tekanan arus lalu lintas masih akan meningkat drastis dalam beberapa hari ke depan.

“Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan bergerak ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga Cikupa, Banten sampai Sumatera, baru sekitar 28 persen yang sudah keluar dari Jakarta. Artinya, masih ada sekitar 72 persen kendaraan yang harus kami kelola,” ujarnya saat meninjau KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Senin (16/3/2026) malam.

Lonjakan kendaraan diperkirakan mencapai puncaknya pada 18 Maret. Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Korlantas menyiapkan skenario pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional.

Kebijakan ini direncanakan diterapkan sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, menyesuaikan kepadatan arus kendaraan di lapangan. Selain itu, sejumlah jalur tol fungsional juga disiapkan sebagai “katup penyelamat” untuk memecah kepadatan, terutama saat arus balik nanti.

Jalur strategis seperti Japek Selatan dari Sadang hingga Deltamas dan Setu akan difungsikan, begitu pula ruas Bocimi dari Parungkuda sampai Karangtengah yang diharapkan mampu mengurai kemacetan di jalur arteri Cibadak.

Tak hanya di wilayah Jabodetabek, rekayasa serupa juga diterapkan di berbagai titik di Pulau Jawa. Ruas Solo-Jogja, Probolinggo-Besuki hingga Paiton, serta Semarang-Bawen sampai Ambarawa turut difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Sebagai informasi, Operasi Ketupat 2026 berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan mengusung slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Namun dengan masih besarnya jumlah kendaraan yang belum bergerak, aparat memperingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi kepadatan ekstrem pada puncak arus mudik. (ads)