Foto Biro Pers Sekretariat Presiden

 

Kanalnews.co, JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memastikan partainya tidak memiliki ruang untuk berada di barisan oposisi. Menurutnya, Golkar akan tetap berdiri di garis terdepan mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bahkan, Bahlil menegaskan loyalitas Golkar kepada pemerintahan Prabowo bukan hanya untuk saat ini, melainkan akan terus dijaga selama kepemimpinan Presiden Prabowo berlangsung.

“Kalau ada pertanyaan, sampai kapan kita mendukung? Tanyakan kepada Pak Presiden Prabowo sampai kapan, Golkar akan selalu setia bersama pemerintahan Presiden Prabowo. Itu dalam konteks positioning politics,” kata Bahlil saat membuka Musda XI DPD Golkar Sumatera Selatan, Minggu (2/8/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu mengatakan Golkar memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mengawal seluruh program pemerintah. Hal itu karena partainya menjadi salah satu kekuatan politik yang mengusung pasangan Prabowo-Gibran hingga memenangkan Pilpres 2024.

“Target kita adalah mendukung pemerintahan yang ada di bawah pimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka. Kita akan berada pada garda terdepan untuk mendukung program-program yang baik untuk kemajuan rakyat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Bahlil menegaskan dukungan tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh kader, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia meminta seluruh struktur Partai Golkar tetap solid mengawal kebijakan pemerintah demi menjaga kesinambungan pembangunan.

Tak hanya itu, Bahlil juga menginstruksikan seluruh kader Golkar di Sumatera Selatan untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang. Menurutnya, sikap politik Golkar di daerah harus sejalan dengan arah kebijakan partai di tingkat nasional.

Di akhir pidatonya, Bahlil kembali menegaskan Golkar memiliki tradisi sebagai partai pendukung pemerintahan dan bukan partai oposisi.

“Kita Golkar memang tidak terbiasa di oposisi. Karena kita betul-betul berkarya dan mengabdi,” tegasnya. (ads)