Ist

 

Kanalnews.co, JAKARTA– Meningkatnya antibodi masyarakat dan melandainya kasus Covid-19 dianggap tidak perlu lagi adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan disiplin.

Demikian hal itu disampaikan oleh Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono. Ia menyebut peningkatan antibodi mencapai 93 persen berdasarkan survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI bersama Kemenkes di wilayah Jawa-Bali.

“Terjadi kenaikan yang cukup tinggi selama tiga bulan, enam persen. Kenaikan proporsi penduduk di Jawa-Bali. Artinya di Jawa-Bali 99,2 persen sudah mempunyai antibodi,” katanya.

Meningkatnya antibodi, diakui Pandu karena masyarakat kini sudah melakukan vaksinasi ketiga. Tingginya minat masyarakat divaksin booster karena sebagai salah satu syarat perjalanan mudik lebaran.

“Kita bisa meneruskan pelonggaran yang terjadi. Sekarang PPKM, kemarin diperpanjang, mungkin perpanjangan yang terakhir. Saya mendorong pemerintah supaya PPKM tidak lagi jadi kebijakan. Longgarkan kegiatan masyarakat,” katanya.

Namun demikian, prokes tetap harus dijalankan. Sebab ini menjadi upaya untuk mencegah dan menjadi kebiasaan yang positif.

“Saya tidak mengatakan ini endemi, tapi penduduk aman, tenang, tapi ada persyaratan tadi. Tetap memakai masker dan harus di-booster,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebut PPKM akan tetap diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan. PPKM akan berlaku hingga kasus Covid-19 dapat dikendalikan 100 persen. (ads)