KANALNEWS.co, Jakarta – PT Pertamina (Persero) hampir dapat dipastikan mengelola sepenuhnya Blok Mahakam paska terminasi kontrak tahun 2017 mendatang dengan syarat bahwa BUMN energi ini mampu meningkatkan produksi dan tidak sampai mengganggu sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Terkait peralihan pengusahaan wilayah kerja yang habis masa kontraknya, dalam hal ini Blok Mahakam, sesuai PP No.35/2004 memberikan privilege kepada Pertamina. Artinya, Pertamina diberikan kesempatan utama dalam mengelola blok tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan peran Pertamina, asalkan Pertamina tidak sampai mengganggu SDM yang ada,” kata anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Agung Wicaksono pada acara jumpa pers di kantor Sekretariat RTKM jalan Plaju, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Ketua Tim RTKM, Faisal Basri menegaskan bahwa SDM yang dimaksud adalah SDM yang berstatus sebagai karyawan pada perusahaan asing yang kini menjadi operator Blok Mahakam tersebut.

Menurut Agung statemennya akan direkomendasikan kepada Pemerintah untuk ditindak-lanjuti dan pengalihan Blok Mahakam oleh Pemerintah kepada Pertamina dilakukan tidak secara mendadak. Namun disarankan setidaknya dua tahun sebelum masa kontrak berakhir.

“Nah, ini penting bahwa Pertamina masuk ke Blok Mahakan tidak secara dadakan, harus diberi rentang waktu yang cukup – minimal dua tahun sebelum masa kontrak Mahakam berakhir,” tandas Agung Wicaksono.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang apakah Pertamina mampu meningkatkan produksi Blok Mahakam, Agung Wicaksono, menegaskan Pertamina telah berpengalaman dan memiliki kemampuan keterampilan, teknologi maupun finansial. “Pertamina satu-satunya BUMN bidang energi yang berpengalaman dalam mengelola bisinis migas nasional. Ini telah dibuktikan melalui kinerja di ONWJ dan WMO yang diakuisisi Pertamina pada waktu lalu. Di dua blok ONWJ dan WMO ini Pertamina tidak hanya mempertahankan produksi namun justru mampu meningkatkan produksinya lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” tukas Agung Wicaksono.

Menyinggung kewenangan Pertamina untuk menentukan keikut-sertaan kontraktor eksisting pada Blok Mahakam, Agung Wicaksono, mejelaskan sepenuhnya diserahkan pada Pertamina.

“Mengenai kesertaan kontraktor eksisting termasuk penawaran participating interest kepada BUMD, sepenuhnya menjadi kewenangan Pertamina. Khusus BUMD, yang disertakan itu adalah BUMD yang dibentuk berdasarkan Perda,” pungkasnya. (Mulkani)